Hay DB Lovers, Selamat Datang di BLOG Dragon Ball Indonesia !! Di sini tersedia Berbagai Macam Info Menarik Yang Bermanfaat Bagi DB Lovers !!...... Setelah Lihat/Baca Postingan kami Harap Coment Yang Sopan Ya DB Lovers !! Arigatou Gozaimasta

Posted by : ...
Jumat, 21 Juni 2013 0 komentar

Dragon Ball SJ

Posted by : wuxia123
Cerita tentang Son Pauten anak dari Goten


Mau Baca download disini:

Chapter 1 Hal 1-10:

http://adf.ly/QbO92
Minggu, 16 Juni 2013 1 komentar

Sinopsis DBAF Toyble part 6 51-6

Posted by : wuxia123


Sebelumnya, Xicor yang sudah bersiap menembakan Ki yang besar ke arah Trunks. Tapi rencana Xicor itu langsung digagalkan oleh Gohan yang langsung menghajar Xicor, dengan sigap Xicor menghindar dan menahan pukulan Gohan

Setelah menahan pukulan Gohan, Xicor dengan mudah menghajar Gohan dan menghempaskanya. Xicorpun mengatakan bahwa Gohan dan Xicor itu sama, hanyabedanya Ia (Gohan) hanya manusia lembek sementara Ia Dewa

Gohan masih tak percaya dan langsung mengeluarkan energi yang besar. Bersama itu juga Xicor juga mengeluarkan Ki yang sama. Kaioshin Lila sangat bangga dengan anaknya. Ditempat lain Kibito Shin sangat kaget atas kejadian itu, dengan bola yang sama dengan yang dimiliki baba Roshi, Ia bisa melihat semua kejadian itu. Kibito kaget karna Ia kira Lila sudah meninggal.

Sementara itu Old Kai sedang sibuk melatih Tapion memberhentikan latihanya, Tapion yang sedang berlatih dengan Besi terkeras di Dunia terjatuh ke arah Old Kai. Kibito menceritakan semua kejadian tentang Kaioshin Lila ke mereka saat Kaioshin Lila dibunuh Majin Boo. Kibito heran kenapa Ia masih hidup dan datang ke Bumi.

Kembali ke Arena. Vegeta sudah tidak kuat berdiri dan diangkat oleh Trunks.

Sementara itu ada telepon ke dari dunia Kaioshin. Suruhan Kaioshinpun menanyakan keberadaan Goku di neraka. Piccolo yang tidak jauh dari situ mendengar pernyataan itu
Jumat, 14 Juni 2013 0 komentar

NUOVA SHENRON

Posted by : ...

NUOVA SHENRON

Nuova adalah salah satu Shadow Dragon yang mendukung Z Fighter
dia adalah shadow dragon tipe Api
Nuova shenron datang karna permintaan king piccolo

dia mempunyai teknikh andalan Dia bisa menaikkan suhu untuk lebih dari 6000 derajat Celsius

Nuova shenron adalah saudara kembar Eis shenron

saat ketika Eis datang beradaNuova shenron dan Z Fighter, Eis menyuruh Nuova untuk membakar Z Fighter, namun Ia menolak, Eispun membekukan Z Fighter, namun Nuova justru mencairkan es yang dibuat Eis Shenron

setelah baca LIKE

NO COPAS PLEASE


Selasa, 11 Juni 2013 0 komentar

Dragon Ball Next Journey Vol2

Posted by : Unknown
Setelah Vol1 selesai, skg kita memasuki Vol2.
DB Next Journey Vol2 Chapter 1 : Berjuanglah Uub, Kalahkan Frieza!

Piccolo baru saja beberapa langkah meninggalkan ruang waktu dan jiwa. Akan tetapi dia telah merasakan ki yang sangat luar biasa... Yang pastinya bakal membuat kerusakan yang parah apabila terjadi di bumi. ''Aku jadi teringat Son Gohan saat berlatih di tempat itu'' ujar Piccolo.

Di keesokan harinya.....

''Trunks! Ayo kita berlatih!'' ucap Bezita, keras-keras.
''Baik, papa!'' balas Trunks meskipun ia baru saja bangun.
Tiba-tiba datanglah Bulma.
''Bezita! Trunks 'kan harus bersekolah... Dia tak bisa meninggalkan sekolahnya begitu saja...'' kata Bulma.
''Tidak! Trunks tidak boleh manja. Lagipula, Trunks bisa belajar denganmu setelah ia berlatih......'' sergah Bezita. ''Cepat, Trunks!''

*****

Ruang jiwa dan waktu. Goku dan Uub baru saja selesai bertarung. Seluruh tenaga mereka telah kerahkan.
''Fiuuhhh.... Sudah lama aku tak bertarung habis-habisan seperti ini. Kau hebat, Uub''
''Terima kasih, Goku... Berkat kau, aku jadi lebih kuat...''
''Hahahaha...'' tawa Goku.

Karena lelah dan perutnya mulai keroncongan, Goku kembali menuju satu-satunya rumah yang ada di ruang jiwa dan waktu. Tak ada niat lain selain makan yang kenyang...bhehehe...

Namun, tiba-tiba Goku teringat kata-kata Mr. Popo setelah ia melihat satu unit mesin yang cukup aneh. ''Hmm... Apa benar ini mesin yang dimaksud Mr. Popo?''

''Ada apa, Goku?'' tanya Uub sembari mendekat.
''Anuu... Menurutmu ini mesin apa, Uub?''
''Hmm..... Apa, ya? Aku tak tahu begituan, Goku'' jawab Uub.

Sehari selanjutnya.

Karena kemarin sangat penasaran dengan mesin tersebut, lantas Goku menekan tombol biru yang ada di sebelah layar. Tiba-tiba Goku dan Uub dikagetkan dengan suara seperti ledakan dari dalam mesin tersebut.

Duuaarr.......!!!

Goku dan Uub terjengkal ke belakang.
''A-apa itu?''

Tapi itu hanya suara kejut, bukanlah suatu ledakan.
Kemudian, di layar monitor muncul tulisan:

(choose your enemies)

(choose your partners)

''Ehm... Ini seperti mesin yang kugunakan untuk mengubah tempat'' pikir Goku. ''Ah, kucoba saja....'' ujar Goku seraya memilih (choose your enemies).

Tiba-tiba muncul gambar-gambar musuh yang pernah dikalahkan Goku. Dari Piccolo Daimao hingga Kid Buu, semua lengkap.

''Siapa mereka, Goku?'' tanya Uub yang melihat wajah tegang Goku.
''Ya... Mereka adalah musuh-musuh kami''
''Waah... Banyak sekali!''
''Ya, begitulah'' balas Goku. ''Apa kau mau mencoba?''
''Ha? Mencoba?''
''Kupikir kau sudah cukup kuat melawan mereka.....''

Uub tertunduk lesu, tak berani menjawab.
''Mengapa, Uub?''
''Tak apa, Goku. Aku hanya takut mengecewakanmu''
''Ah... Tak apa... Yang penting kau harus bisa mengeluarkan seluruh kemampuanmu. Aku yakin kau bisa!''
''Yang benar, Goku?''
''Serius kok... Sekarang, pilihlah lawan yang ingin kauhadapi''

Uub kebingungan... Tapi Goku tidak memperbolehkannya memilih Buu, Super Buu maupun Kid Buu.

Cukup lama Uub menentukan pilihannya. Hingga akhirnya, Uub memilih Frieza yang dinilainya memiliki ukuran tubuh yang sama seperti dirinya.

''Ah, Uub... Kau hebat! Kalahkan dia untukku, ya? Dia telah membunuh banyak orang tak berdosa, kau harus bisa kalahkan Frieza!''
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 2 : Bertemu Frieza Lagi

''Goku?''
''Ada apa, Uub?''
''Apakah Frieza itu kuat?''
''Ya... Dia sangat kuat. Tapi karena kekuatannya itu, dia menjadi kejam, sangat kejam..... Maka dari itu, kau harus kalahkan si Frieza itu!''
''Baik, Goku!

Goku kemudian bersiap mengaktifkan Frieza. Tiitt....

Bruuzzgghhh !!!

Muncullah sosok Frieza di tengah-tengah bukit dengan wujud pertamanya. Sosok Frieza tersebut sangatlah mirip dengan Frieza yang asli, bahkan dengan tingkah lakunya.

Goku memegang pundak Uub seraya berkata, ''berjuanglah, Uub. Kau harus menang. Jika kau mampu menang, kau sudah setingkat dengan super saiya''
''Apa? Super saiya?''
''Ya! Kau pernah melawanku saat aku berubah wujud, kan?
''Ya.. Aku ingat. Aku bahkan tak bisa memukulmu....''
''Ya begitulah. Berjuanglah, Uub!'' Goku menyemangati....

Setelah berdoa, Uub pergi menuju tengah bukit di mana Frieza berada. Uub begitu kaget ketika mengetahui ki-Frieza yang sangat besar...
Uub jadi pesimistis.

''Oh ternyata kau yang memilihku, bocah!'' kata Frieza kepada Uub.
Nyali Uub semakin menciut setelah Frieza menggertaknya. ''A-apa?''
''Ayo kita mulai saja!'' ucap Frieza seraya menyerang Uub, cepat.

Uub begitu kualahan, dia hanya mampu menahan serangan cepat Frieza. Pukulan-tendangan Frieza begitu cepat serta Frieza juga mengombinasikan dengan bola-bola energi untuk menyerang Uub.

Wuushh.... Duaaarrrrr....

*****

Beralih ke rumah Gohan.

''Arrgggghhhh..... Pan selalu saja bikin rumah berantakan! Arrgghhh'' keluh Videl, kesal.
''Jangan marah-marah terus, Videl. Nanti cepat tua, lo...'' balas Gohan yang sedang menata buku-bukunya.

Tiba-tiba datanglah Bulma serta Bulla.

''Waah... Ada Bulma, Gohan..'' kata Videl.
''Oy, Bulma! Bulla!'' sahut Gohan.
''Hmph! Selalu saja panggilanku tidak kalian jawab! Huuh!'' kata Bulma, kesal...
''Eeehh... Maaf, tadi aku sedang beres-beres'' balas Videl.
''Anu...memangnya ada apa, Bulma?'' tanya Gohan.
''Makanya, angkat dong!'' tegas Bulma, marah lo..
''Ahh... Jangan marah dong''
''Hmph.... Bulla ingin bertemu dengan Pan. Katanya ia ingin main bersama. Oiya, dimana Pan?''
''Pan berlatih. Dia sedang mengelilingi bumi lima putaran.....'' jawab Gohan, santai.

Gubrakk...
Bulma kaget, begitu juga Bulla

Kembali ke ruang jiwa dan waktu.

Uub terus-terusan digempur Frieza mode awal. Tapi lama-kelamaan, Uub mulai bisa mengimbangi Frieza. Di sisi lain, karena capek hanya terus melihat Uub bertarung, Goku memilih tidur di spirng bed yang empuknya maknyusss..... 
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 3 : Frieza Final Form

Bahkan, Uub sudah bisa mendesak Frieza hingga ia terjepit. ''Kame-hame-Haaa......''

Duaaarrr..... Gleeengg!!

Uub mengeluarkan kamehame yang sangat besar dengan kekuatan yang besar pula. Dampaknya adalah, ekor Frieza putus!

Ketika Frieza masih kesakitan karena ekornya putus, Uub kembali melepaskan kamehame yang tak kalah besarnya. ''Kame-hame-Haaa.......'' wuuuuusshhhh...... Duaaarrrr

Beruntung, Frieza masih bisa mengelak dan tiba-tiba sudah ada di belakang Uub.
''Beraninya, kau!'' sergah Frieza. ''Rasakan ini!'' teriak Frieza sembari mengeluarkan bola-bola energi yang menghujam Uub.

Duaaaarrrr.... Duaaarrr... Wuussshhhh.... Duaaarrr...

Duaarrrrr.... Wuuusssshh.... Deerr!!!

Uub tak bisa menghindar dan kini dia berada di dalam timbunan tanah.

''Matilah kau!'' seru Frieza seraya mengeluarkan bola-bola ki yang sangat banyak ke Uub.

Du-du-du-duu-duaaaarrr....... Duaarrr... Duaarrr.... Gleenggg.... Duar... Du-du-duaarrr.... Weeessss.... Gleeng.

*****

Gohan yang merasakan ki Pan sedang mendekat segera menyuruh Bulma keluar rumah.
''Itu dia.... Pan! Kemarilah, ada bibi Bulma, juga Bulla'' kata Gohan kepada Pan yang baru saja selesai mengelilingi bumi 5 putaran.
''Pan!''

Pan kemudian turun tepat di depan Bulma dan Bulla.

''Oiya, dimana Trunks? Apa dia sudah sembuh?'' tanya Gohan.
''Trunks sedang berlatih keras bersama Bezita. Padahal dia belum sepenuhnya sembuh.... Uuhhh''
''Oh begitu ya. Mungkin Trunks akan babak belur lagi nih...ehehehe''

Sementara itu di Satan City, semua sudut kota pasti ada gambarnya Mr. Satan. Koran-koran pun demikian. Bahkan berita-berita di stasiun televisi pun menghadirkan gambar Mr. Satan. Kejadian itu terjadi di seluruh dunia untuk menghormati Mr. Satan yang telah mengalahkan Cell, 17 tahun yang lalu.

Setelah diserang habis-habisan oleh Frieza, Uub menjadi sangat marah. Powernya terus-menerus bertambah dan hal ini disadari oleh Frieza tiruan yang memiliki hati busuk yang sama dengan Frieza asli.

Sadar akan dirinya tidak mampu mengalahkan Uub dengan mode awalnya, Frieza lantas segera mengubah dirinya ke wujud keduanya. Setelah itu dia mengubah lagi ke wujud ketiganya.

Tapi ternyata, Uub belum juga keluar dari tumpukan batu yang menindih dirinya. Namun bukan berarti bahwa Uub sudah kalah, justru power levelnya semakin meningkat.

''Ini kesempatanku!'' pikir Frieza.
Kemudian Frieza dengan congkaknya berubah ke mode final form.

Dededengggg... Inilah wujud asli Frieza !
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 4 : Selamatkanlah Uub, Goku!

Plekk...
Uub mulai keluar dari dalam kuburnya. Kali ini Uub sangat amat marah terhadap Frieza. Tapi Uub dibuat kaget ketika ia menghadap ke atas sembari melihat orang yang berbeda.

''Ha? Siapa dia?'' Uub kebingungan..... ''Apa benar itu Frieza?''

Frieza telah bersiap menggunakan jurus Death Beam-nya.
''Ha? Frieza? Itu memang Frieza....'' batin Uub.
Frieza yang telah berubah wujud begitu membingungkan Uub. Tapi Uub yang telah mempelajari ki bersama Goku sudah bisa merasakan ki orang lain dan kali ini ia tidak salah.....

Jari telunjuk telah mulai memunculkan ki. Sebentar lagi Death Beam akan menghujam Uub. Apa yang bisa Uub perbuat?

''Frieza!'' ucap Piccolo yang merasakan ki-Frieza.
''Ada apa, Piccolo?'' tanya Mr. Popo.
''Hhh... Aku yakin mereka telah mengaktifkan Frieza''
''Ha?''
''Tapi anehnya, aku tak merasakan ki-Goku....''

Kembali ke pertarungan,
Tubuh Uub bagaikan membeku, ia tak bisa bergerak. Sementara Frieza sedang santai membidik Uub, musuhnya.

''Ki-nya terus membesar... Pasti itu jurus yang sangat hebat....'' gumam Uub. ''Jika begini, aku bisa mati deh''

Goku yang sedang tidur pulas, terpaksa diganggu oleh tuan Kaio yang ternyata sudah memantau Uub sejak pertama kali bertarung dengan Goku di turnamen Budokai. ''Ini sangat gawat!''

''Goku! Goku!''
Tapi Goku tak segera bangun...

''Oy! Goku! Uub sedang bahaya! Dengarkan aku, Goku! Gokuuuuu.....!!!'' teriak tuan Kaio.

Tuan Kaio merasa bahwa volume suaranya kurang keras, sehingga Goku tak sanggup mendengarnya. ''Akan kumaksimalkan deh volumenya....''

''OY! GOKUUU.......!!!!!''

Gduubbbrrraaakk..... Akhirnya Goku terbangun karena saking kagetnya....

''Ada apa sih, tuan Kaio!? Keras banget, budeg nih....''
''Goku! Frieza mengamuk. Temanmu bisa mati... Cepat tolong dia!''
''Apa? Uub?''
''Ya! Cepat, Goku!''

Langsung saja, Goku berlari keluar dan menatap langit. Dennggg.... Terlihatlah Frieza yang sedang mengumpulkan ki-nya. Besar dan semakin membesar.....

''Uub, menghindar!'' teriak Goku.

Akan tetapi, Uub jelas tak bisa mendengar teriakan Goku... Uub tetap saja terperanga di tempat.

''Arrggghh... Sial!'' umpat Goku.

Satu... Dua... Tiga... Frieza akan melepaskan death beam yang sangat berbahaya.

Buuuuwwss...!!! Frieza melepaskan death beam-nya.

Uub tak sanggup menghindar!

''Goku! Selamatkanlah Uub!'' teriak tuan Kaio.
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 5 : Tak Ada Waktu Lagi

Goku sangat kebingungan harus berbuat apa... Dia sudah pasti takkan bisa menggunakan teleportasinya karena power Uub tak begitu besar.

Jika Goku menuju Frieza, tentu Uub akan mati.

Dan apabila Goku menggunakan kamehame pasti takkan berhasil karena death beam sudah dilepaskan... Goku, berbuatlah sesuatu!

''Go-Goku....''
Uub hanya terdiam menyaksikan datangnya death beam-Frieza.

''Tak ada waktu lagi... Komputer itu harus kuhancurkan!'' pikir Goku.

''Kame-hame....Haaaaaa!!!!''

Di sisi lain, death beam sudah ada di depan Uub, sementara Frieza tertawa terbahak-bahak.

Goku mengeluarkan kamehame yang begitu besar sehingga membuat komputer tersebut hancur berantakan.

''Apa!?'' ucap Uub, kaget setelah ia mengetahui bahwa serangan Frieza tiba-tiba lenyap, begitu pula Frieza yang ikut menghilang entah ke mana.

''Go-Goku...!!!''
Uub menangis dalam kesedihan yang amat mendalam.....

Tak lama kemudian, Goku terbang menghampiri Uub.
''Oy, Uub! Kenapa kamu menangis?''
''Aku telah mengecewakanmu, Goku''
''Ah... Tak apa, Uub! Aku juga tak bisa mengalahkan Frieza sebelum aku menjadi manusia super saiya.....'' aku Goku. ''Sebaiknya kita lanjutkan saja pelatihan kita. Agar kau jauh lebih kuat lagi dan bisa membela bumi jika ada bahaya mengancam...'' sambung Goku.
''Baik, Goku!''

Hari itu telah sore, Goku dan Uub segera membersihkan diri dan bersiap untuk makan yang kemudian akan tidur lagi...

Keesokan harinya...
Goku baru saja terbangun. Namun ketika ia melihat tempat tidur Uub, Uub sudah tidak ada di tempat. ''Ah? Dimana Uub?''

''Satu dua...satu dua...satu dua...satu dua...''

''Ah, itu seperti suara Uub'' batin Goku. Goku kemudian keluar dan mendapati Uub sedang melakukan pemanasan.

Goku dan Uub berlatih sangat keras hingga akhirnya waktu satu tahun mereka hampir habis.
Ketika itu, Goku dan Uub baru saja rampung berlatih.
''Oy, Uub''
''Ada apa, Goku?''
''Kita hanya punya kurang dari 24 jam... Apa sebaiknya kita istirahat saja?''
''Kupikir aku belum sekuat Frieza...''
''Mmm.....''
''Kenapa, Goku?''

Goku lantas pergi menuju tempat makan dan melihat lemari penyimpanan makanan. Woow...
Ternyata lemari itu kosong!
Goku melompong lebar-lebar, ingusnya juga keluar... ¡!¡

''Oy, Uub! Kita sudah tak punya makanan lagi... Padahal aku sudah sangat lapar.... Kita keluar saja yuk!'' bbrrbbrrttt
Uub hanya bengong tak menjawab.
''Sudahlah, kau 'kan sudah bisa menggunakan kaioken, itu sudah sangat bagus untukmu. Kau hanya perlu meningkatkan lagi...'' ucap Goku.
Ternyata Uub sudah bisa menggunakan jurus kaioken milik Goku. Sangat cepat Uub belajar...

Di Metro barat.
Sebuah ruangan Capsule Corp. terlihat mengeluarkan asap hitam pekat. Para warga memadati area sekitar sementara para pemadam sedang menuju lokasi.
''Apa yang terjadi dengan Capsule Corp., ya?''
''Entahlah... Mungkin korsleting listrik''
''Lihatlah itu!'' kata seseorang yang melihat dua orang sedang bertarung dengan cara terbang.

Ternyata kedua orang itu adalah Bezita dan Trunks yang sedang berlatih...... Mereka pun sudah dalam wujud super saiya.

''Yheeaaaa!!!'' teriak Trunks seraya mengeluarkan bola-bola energi secara sembarangan....

Meskipun begitu, Bezita dibuat kualahan dan cukup kerepotan. Tapi bukan Bezita namanya jika putus semangat. Justru dengan demikian Bezita tambah bersemangat...
''Trunks! Ayo kita pindah ke kutub utara!'' ucap Bezita.
''Baik, papa!''

Mereka berdua memutuskan untuk bertarung di kutub utara.

Tak lama setelah mereka berdua pergi, datanglah Bulma dengan Bulla pake pesawatnya.

''Hhaaaa!!! Bezita!!! Trunks!!!'' teriak Bulma, sangat amat marah. ''Dasar sukanya merusak! Chh!''
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 6 : Pertarungan Ulangan; Trunks melawan Bezita

Wuuussshhh.....
Perjalanan dari Metro barat menuju kutub utara baru saja mereka mulai. Bezita memimpin di depan sementara Trunks ada di belakang.
Tak lama kemudian, mereka berdua telah sampai di kutub utara.....

Suhu dingin begitu dirasakan Trunks, sebab ia telah menurunkan power-nya.
''Naikkan saja kekuatanmu, Trunks! Kau akan merasa lebih hangat...'' kata Bezita.
''Baik, papa!''

Kebakaran di Capsule Corp. telah berhasil dipadamkan setelah 50 unit pemadam kebakaran menangani kebakaran itu. Bulma dan Dr. Briefs sangat terkejut dengan hancurnya tempat latihan yang telah mereka buat. Padahal, Dr. Briefs telah merancang kuat-kuat tempat latihan itu tapi tetap saja masih mampu dihancurkan Bezita dan Trunks.
''Ughh... Dasar, Bezita!'' ceplos Dr. Briefs.

*****

Sepi.... Sunyi.... Senyap....

Piccolo sedang menanti keluarnya Goku dan Uub dari Hyperbolic Time Chamber yang kurang lebih hanya 5 menit lagi. Dalam perasaannya, Piccolo tahu bahwa Uub sudah hampir sekuat dirinya dan telah melampaui Yamucha, Tien dan Kuririn sebagai penduduk asli bumi.

Beberapa menit kemudian.
Sssstttt.....!!!
''Apa itu?'' tanya Piccolo, merasakan sesuatu yang aneh. ''Ini ki.......''

Tiba-tiba Piccolo dikagetkan dengan keluarnya Goku dan Uub dari ruang jiwa dan waktu.
''Oy, Piccolo!'' teriak Goku.
''Piccolo'' ucap Uub.

Goku bingung terhadap Piccolo yang sepertinya merasakan sesuatu yang aneh.
''Oy, Piccolo! Ada apa sebenarnya?'' tanya Goku.
''Ki itu..... Apa kau bisa merasakannya?''
''Ki... Ki siapa?''. Goku mencoba merasakan ki yang dimaksud Piccolo.

qwesss!!!
Goku telah merasakan ki yang Piccolo maksud. Ternyata mereka adalah Bezita dan Trunks yang sedang bertarung hebat. ''Bezita... Kau luar biasa...'' puji Goku.

''Bersiaplah, Trunks! Rasakan ini!'' teriak Bezita, sembari melepaskan ki-blastnya secara tiba-tiba.

Trunks terkaget-kaget. Dia tak menyangka Bezita akan mengeluarkan ki-blast. Trunks tak mampu menghindar dan... dhhuueeerr.....

Serangan Bezita mengenai dada Trunks dengan sangat telak. Kali ini Trunks terluka sangat parah. ''Arrg... Arggghhh...''

Sementara itu, Bezita sangat kecewa dengan permainan Trunks kali ini. Bezita tidak suka dengan Trunks yang sudah sangat lemah meskipun awalnya cukup 'menghibur'.

''Dasar bodoh! Kau telah mempermalukan dan menginjak-injak harga diri bangsa saiya! Kau adalah keturunan bangsa saiya, ingat itu!''

Walaupun sudah terluka parah, Trunks masih dapat mendengar ucapan papanya dengan jelas. Karena itu, Trunks jadi lebih termotivasi dan energinya kembali bertambah!

Kembali ke istana kami.
''Ha? Energi Trunks tiba-tiba menghilang...'' kata Goku.
''Ya! Aku juga merasakannya, Goku'' balas Piccolo.
''Dimana kira-kira mereka melakukannya, ya?''
''Aku tak tahu, Goku...''
''Ini sungguh menakjubkan. Luar biasa....'' puji Uub, keheranan.
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 7 : Double Ultra Super Saiya

Di gunung Paozu, rumah Gohan.
Gohan merasakan ki yang sangat besar sehingga ia menghentikan aktifitasnya(mempersiapkan bahan uji coba).
''Ada apa, Gohan?'' tanya Videl, penasaran.
''Trunks!!'' kata Gohan. ''Sepertinya, Bezita dan Trunks sedang bertarung hebat...''

Di sekolah Goten, Orange Star Highschool.
Goten yang sebenarnya sudah sangat mengantuk tiba-tiba dikagetkan dengan ki yang sangat hebat yang ia rasakan. ''Trunks! Luar biasa....''

Ki yang sangat hebat ini juga dirasakan sampai ke KameHouse, tempat Muten Roshi dan Kuririn berada. Mereka sangat terkejut ketika merasakan ki yang sangat hebat dari Trunks.
''Trunks...! K-Kau sangat hebat!'' puji Kuririn.

Karena saking kuatnya tekanan di sekitar Trunks berdiri, mengakibatkan banyaknya bongkahan es yang berguguran. Trunks yang tadinya sudah hampir sekarat malah berbalik menjadi sangat kuat & menakutkan dengan powernya kini...

Sampai-sampai, Bezita pun tidak percaya dengan apa yang ia lihat! ''Trunks?''

Masa otot Trunks semakin membesar. Pupil matanya berubah menjadi putih menyala terang. Sepertinya dia sedikit hilang kendali.... O,o

Setelah sudah mencapai full power, lalu Trunks terbang menghampiri papanya yang melayang di udara. Trunks mendekat sedekat mungkin.
''Maafkan aku, papa. Aku telah membuatmu kecewa denganku... Aku juga telah menginjak-injak harga diri saiya, bahkan pangeran saiya!'' kata Trunks pada Bezita. ''Sekarang, kau tidak perlu ragu lagi denganku, papa...''

Bezita begitu takjub dengan kekuatan Trunks kini... Ia tak menyangka bahwa Trunks bisa meningkatkan powernya hingga 2 kali lipat, meskipun Trunks jarang berlatih...
''Apa maksudmu, Trunks?!''
''Hmmpp... Sekarang aku sudah melampaui tingkatan ultra super saiya. Inilah 'double ultra super saiya' !'' jelas Trunks.
''Apa? Double ultra super saiya?''

Bezita tak sanggup berkonsentrasi penuh meskipun yang dihadapinya adalah anaknya sendiri. Kekuatan mereka kini sudah hampir setara, meskipun Trunks berada di tingkat super saiya.

''Hmph! Aku tak peduli kau mau menyebut dirimu itu apa. Ayo kita mulai!'' ucap Bezita seraya menyerang Trunks lebih dulu.

Adu pukulan terjadi...

Duaaggghh.... Buuggghhh...

Bhheeggh... Breeekkk... Wuuss...

Duaaggghh.... Buuggghhh...

Dengan wujud double ultra super saiya, Trunks kini lebih unggul. Dia telah memukul Bezita sebanyak 2000 kali sementara Bezita baru memukul Trunks sebanyak 890 kali.

Bbrrhhuusss..... Beeessshh!!!

''Dhhuaaarrrr.....'' Bezita terkena jurus super ki-blast dari Trunks dan langsung terjatuh menabrak gunung es.

Karena dengan wujud double ultra super saiya, emosi Trunks tidak bisa ia kendalikan sepenuhnya. Sehingga dengan membabi buta Trunks langsung menghajar Bezita hingga babak belur.

Trunks masih terus memukuli Bezita. . .

Sementara di istana Kami, Piccolo begitu cemas dengan 'latihan' Bezita dan Trunks. Menurutnya, itu bukanlah latihan, tapi jalan kematian.




DB Next Journey Vol2 Chapter 8 : Trunks Jahat (Final Flash!)

Keringat dingin mulai bercucuran di wajah Piccolo. Goku pun tidak bisa diam saja..... Dia akan bertindak !
''Goku! Trunks sudah di luar kendali. Sebaiknya kita pisahkan mereka!'' kata Piccolo.
''Tunggu dulu, Piccolo...''
''Apa?'' ujar Piccolo.
''Kenapa, Goku?'' sahut Uub.
''Hah... Bezita tidak suka jika pertarungannya diganggu. Kita tunggu sampai Bezita benar-benar kalah''

Piccolo tidak bisa menerima pernyataan Goku. Ia segera menyangkalnya. ''Bezita akan mati... Trunks menjadi jahat! Ingat itu, Goku!''
''Kita tunggu saja...'' kata Goku.
''Goku...??'' sela Uub.

Duagghh... Bhheemm... Duagghh... Deegg... Beeggghh... Bheemm... Bwwrouussstt...!!!

Tanpa ampun, Trunks memberikan perlawanan yang diinginkan Bezita! Tapi sepertinya itu terlalu berlebihan O,o

Krruuszhh....!! Bezita membuat bola energi.
Dan dia telah siap melepaskannya.

Brrruuussshhh.......

Trunks terkena lalu terlempar begitu jauh. Bezita melepaskan ki-blast dengan kekuatan yang sangat besar. Seketika ia terengah-engah.

Ternyata Trunks terlempar sangat jauh dan kini dia terluka lagi.

Bezita yang ingin mengakhiri pertarungannya segera mencari Trunks dan segera ia telah menemukannya.
Di sana, Trunks masih tergeletak lemas.

''Chh...!! Persetan dengan ultra super saiya! Akan kukalahkan kau, Trunks!'' ancam Bezita, serius''

''Big...... Bang...... Attack..... !!!'' teriak Bezita seraya melepaskan ki-nya dengan kekuatan penuh.
BBoooMM..... Dhhuuuaaarrr... Trunks terkena jurus super dari Bezita.

Bezita telah merasakan pancaran ki Trunks telah menghilang, sekarang yang dia perlu adalah mencari tubuh Trunks, semoga masih hidup.... Tapi,

tiba-tiba Bezita dikejutkan oleh Super Trunks yang ternyata sudah ada di belakangnya...

''Final......-Flasshhhhh!!!'' teriak Trunks seraya melepas jurus itu.

Sontak, Bezita yang sudah kelelahan tak mampu menghindar dan langsung sekarat setelah menerima serangan mematikan tersebut.

*****

''Goku! Kita tidak bisa diam saja, begini! Ayo kita ke sana!'' teriak Piccolo, gusar.
Goku masih tak percaya bahwa Trunks tak bisa mengendalikan emosinya. ''Dia bukan Trunks...'' kata Goku, geleng-geleng.

''Baiklah, Piccolo'' kata Goku.

''Ayo, pegang pundakku, Piccolo, Uub!'' ujar Goku, lalu pergi ke tempat Trunk bertarung dengan jurus teleportasinya.

Dengan sekejap, Goku dkk. sudah ada di dekat Trunks. Tapi Trunks tidak menyadarinya.
 
 
 
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 9 : Kini Giliranmu, Goku!

''Tamatlah riwayatmu, papa!'' kata Trunks.

Satu telapak tangan Trunks telah bersiap mengeluarkan ki yang siap diarahkan ke Bezita. Sebuah bola energi telah terbentuk..... Trunks hanya perlu melepasnya untuk membuat Bezita mati O,o

Tapi....
''Tunggu dulu, Trunks!'' teriak Goku dari kejauhan.

Namun, Trunks tak menghiraukan Goku... Dan malah melepaskan ki-nya. ''Heeeaaaaaa!!!''

Bbrreeuuussshhh.....

Piccolo segera bertindak,

Brrreeuuussshh......... Duuuaaaarrr

Ki-Piccolo berhasil mengenai serangan Trunks, sehingga terjadilah ledakan yang sangat besar. Beruntung bagi Bezita.

Trunks yang menjadi jahat karena tak bisa mengendalikan emosinya, langsung mengincar Piccolo sebagai lawan tandingnya.
''Beraninya kau macam-macam denganku!'' kata Trunks kepada Piccolo.

Piccolo hanya terdiam begitu juga dengan Uub yang ketakutan melihat Trunks jahat.

''Oy, Trunks! Lawanmu adalah aku...'' ucap Goku, tiba-tiba.
''Hmph... Goku! Aku akan mengalahkanmu!'' ancam Trunks.
''Ah.. Kau hanya menggertak saja... Coba buktikan!'' balas Goku.

Tanpa diduga, Trunks sudah ada di depan Goku yang tidak dalam wujud super saiya. Tanpa ampun, Trunks langsung memukul dagu Goku hingga ia terpelanting ke langit.

Tak hanya sampai disitu, Trunks jahat langsung mengejar dan menggebuk Goku hingga ia terbenam di tumpukan es. Buuuggghhh!!!

''Heeaaaaa!!!'' teriak Trunks seraya melepaskan ki-blast dengan kekuatan supernya. Brrruuusstt... Doooaarr...

Tetapi Goku berhasil menghindar dengan teleportasinya dan segera berubah menjadi mode super saiya 2.
''Sekarang kita seimbang!'' kata Goku.
''Itu belum cukup, Goku!'' ucap Piccolo.

Goku menatap tajam mata Trunks yang menyala...
''Ayo Trunks, lawan aku!''

Seketika, Trunks langsung terbang menuju Goku dengan kecepatan penuh. Pukulan-pukulan Trunks masih bisa ditangkis oleh Goku... Namun, setelah beberapa saat, Goku sudah terlihat akan kalah jika terus menggunakan mode super saiya 2.

Sementara itu, Gohan yang sangat penasaran akhirnya memutuskan untuk segera menuju sumber ki itu berasal. Gohan pun sudah menyadari bahwa ki Bezita telah menghilang dan sebagai gantinya, ki Goku lah yang sedang menyala.

Wuuusshhh..... Gohan terbang dengan kecepatan penuh.
''Gohan!'' teriak Videl, cemas...

*****

Uub sangat takjub dengan kekuatan para orang saiya. Mereka amat sangat kuat dan begitu mengesankan baginya.
''L-luar biasa orang-orang saiya itu....'' pujinya.
''Hmph... Mereka telah berkali-kali menyelamatkan bumi, tapi orang-orang bumi tidak pernah berterimakasih'' sahut Piccolo.
''Ha?''

Tiba-tiba, Piccolo merasakan ki Gohan yang sedang mendekat dan semakin dekat.

''Heeaaaa!!!'' Trunks melepaskan tinjunya.

''Heeaaaa!!!'' Goku juga melepaskan tinjunya.
Doooaaaarrrr.... 
 
 
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 10 : Goku Juga Kalah

Goku terpelanting jauh ke selatan, menabrak gunung es hingga hancur.

Sementara Trunks hanya terjatuh tak jauh dari tempat sebelumnya.

''Goku...!!!'' teriak Uub.
''G-Goku'' sahut Piccolo.

Seperti tanpa lelah, Trunks langsung mengejar Goku dan mencarinya. Ternyata Goku sudah tidak dalam wujud super saiya! Makanya Trunks kesulitan mencari Goku yang ki-nya mendadak hilang.

Piccolo sangat gusar. Bahkan ia kecewa dengan dirinya sendiri, sebab ia tak bisa membantu dengan kekuatannya yang tak sebanding dengan Trunks jahat. ''Tidak! Goku bisa mati...''

Wuuusssshhhh....! Uub terbang menuju Trunks yang hendak menghancurkan gunung es tempat Goku terkubur.

Uub melepas ki-blast dengan kekuatan penuhnya.

Brruuuussstttt....
Doooaaarrr.....!!!

Tetapi, Trunks tidak terluka dengan serangan lemah Uub.
Trunks langsung menoleh menuju Uub. ''Final Flash!!!'' teriak Trunks seraya melepas jurus final flash.

''Ah! Uub!''

Beruntung bagi Uub. Piccolo datang menyelamatkanya.
''Bodoh! Dia bukanlah tandinganmu!'' kata Piccolo kepada Uub.
''Ma-maafkan aku, Piccolo.

Kali ini Trunks mengincar Piccolo yang telah mengganggunya dua kali.
''Aku harus menyerangnya lebih dulu...'' pikir Piccolo.

''Heeeaaaa!!! Makankosappo!''

Brrruuussssttt....

Jurus Piccolo tersebut berhasil menghujam dada Trunks. Seketika Trunks terkubur di gunung es.....

*****

''Apa!? Ki ayah telah menghilang..... Aku tak percaya ini!'' kata Gohan, gusar.

''Sebenarnya apa yang sedang terjadi, sih?'' gumam Kuririn dan Muten Roshi.

Sementara itu, Trunks mulai keluar dari kuburan esnya. Begitu juga dengan Goku yang lukanya tak separah Bezita.
''Arrrggghhh'' desah Goku. ''Kau sangat hebat, Trunks! Sayang, kau tak bisa mengendalikan emosimu.....'' kata Goku, kembali berdiri.

Mengetahui Trunks masih memiliki power yang besar, bahkan semakin membesar, Goku segera kembali berubah ke mode super saiya 2.
''Goku!'' kata Uub.
''Uub.. Ayo kita bawa Bezita ke istana kami sebelum dia mati'' ujar Piccolo seraya turun menuju Bezita yang terkapar.
''Baik'' 


DB Next Journey Vol2 Chapter 11 : Super Trunks Melawan Super Saiya 3 Goku

Piccolo dan Uub langsung membawa Bezita ke istana kami. Bezita yang sudah tak sadarkan diri memiliki luka yang amat parah di seluruh tubuhnya. Bahkan baju super buatan Bulma-pun sampai rusak tak berbentuk.

''Sudah tidak ada waktu lagi... Aku harus berubah menjadi super saiya 3...'' pikir Goku.

Goku mempersiapkan dirinya seperti biasa... Energinya terus membesar....
Wooossshh.....

*****

Sementara itu, Gohan sudah semakin mendekat. Tapi tiba-tiba di suatu kota yang dilewati Gohan sedang terjadi kejadian yang sangat aneh. Sebuah tower pencakar langit miring dan semakin miring. Tampaknya tower tersebut akan ambruk ke samping. Entah apa yang menyebabkan tower raksasa itu demikian.
''Arrgg... Sial! Aku harus selamatkan orang-orang dulu..!'' tegas Gohan, turun ke jalan.

Setelah Gohan turun, tiba-tiba saja tower tersebut roboh dan akan menimpa rumah-rumah penduduk !
Tanpa pikir panjang, Gohan langsung bertindak..... Weeesss!!!

Kembali ke kutub utara.
''Yossh!! Super saiya 3'' kata Goku setelah ia menjadi super saiya 3. ''Kini, Trunks akan mudah kukalahkan...'' ucap Goku seraya langsung menyerang Trunks yang juga sudah siap.

Duel berlangsung sengit. Hujan pukulan menimpa Trunks, berbalik keberuntungan!
Duaagghh... Booouuughh!! Bheeegg...

Ribuan pukulan menghujam tubuh Trunks, sehingga ia mulai kehabisan energi. Sementara itu, Goku malah keasyikan menyerang habis Trunks dan malah membuat nyawa Trunks dalam bahaya. Goku tidak ingat bahwa lawannya adalah temannya sendiri.

Trunks semakin melemah. . . . .

Tiba-tiba saja, dari alam kematian, tuan Kaio berbicara kepada Goku melalui kemampuan khususnya. ''Goku!'' panggilnya.

Seketika Goku langsung berhenti menghajar Trunks dan segera membalas, ''ada apa, tuan Kaio? Kenapa?''
''Goku, kau tidak boleh menyerang Trunks terus-menerus. Dia bisa mati!''
''Lalu...apa yang harus kulakukan?''
''Sadarkanlah pikirannya!''

Tiba-tiba....

Duuaaggghhh!!! Trunks memukul Goku dengan kekuatan penuh.

Lalu,

''Final Flashh'' teriak Trunks.

Brrusssttt....

Goku terkena jurus final flash Trunks dengan sangat telak.



DB Next Journey Vol2 Chapter 12 : Bulma dan Bulla

Kembali ke Gohan.
Gohan telah memindahkan tower yang ambruk ke suatu tempat yang lapang. Setelah itu, Gohan langsung menuju kutub utara dengan kecepatan penuh. Wuuussshhh.....

Doaarrr!!
Lagi-lagi, Goku terkapar dan harus menerima jurus final flash yang sangat mematikan itu. Trunks sudah siap untuk mengakhirinya.
''Goku! Jangan gegabah dong... v_v'' kata tuan Kaio.

Trunks menggila, ia akan benar-benar menghabisi Goku seperti ia telah mengalahkan Bezita. Trunks menggunakan tangan kanannya dan mengarahkan ke Goku.
Swiing... Bola energi mulai terlihat. Sepertinya Trunks akan menggunakan final flash lagi..

*****

Piccolo dan Uub telah sampai di istana kami. Mereka segera membawa Bezita ke tempat yang lebih nyaman. Tak lama kemudian, datanglah Dende dan segera mengobati Bezita.

Bezita pun lekas pulih berkat kekuatan mistis Dende.
''Arrgghh... Trunks!'' teriak Bezita, kesal.

Piccolo kemudian mendekati Bezita seraya bertanya, ''oy, Bezita.. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Trunks?''
Tapi Bezita sama sekali tak menggubris.
''Oy, Bezita?!''
woosh! Bezita langsung terbang kembali ke kutub utara dengan wujud super saiya.
''Bezita!?'' teriak Dende.

Kembali ke Trunks yang sudah bersiap melepaskan serangannya. . . . .
''Goku!? Sadarlah!'' teriak tuan Kaio, cemas.

Brrrusssst!! Trunks melepas jurus burning attack-nya.
''Matilah, kau!''

Wuusshh...
Frrukkk... Gohan tiba tepat waktu!
Gohan menangkis jurus Trunks yang dapat membuat super saiya 3 mati.

Doaaarr... Ledakannya menghancurkan gunung-gunung es.

''Brengsek!''
Tanpa pikir panjang, Trunks langsung menyerang Gohan dengan bola-bola energinya secara sembarangan. . . . .

Tapi, semuanya ditangkis oleh Gohan. Gohan kemudian terbang menuju Trunks dan bertarung di udara.

Sementara itu, Goku telah mulai sadarkan diri. Tuan Kaio tak mau buang-buang waktu lagi dan segera menyampaikan pada Goku.
''Goku!?''
''Arrgghh... Ada apa, tuan Kaio?''
''Kau tak bisa melawannya terus! Dia akan mati... Kau harus sadarkan emosinya yang seperti setan'' jelas tuan Kaio.
''Lalu, apa yang harus kulakukan?''
''Aku juga tak tahu, Goku...''

Tapi tiba-tiba, Goku teringat dengan Bulma. Goku yakin bahwa Bulma pasti bisa menyadarkan emosi Trunks yang menjadi jahat. ''Bulma!'' kata Goku.
 
 
 
Dragon Ball Next Journey Chapter 13 : Membawa Bulma

Goku masih duduk dan belum berdiri. Dia hanya menyaksikan Gohan bertarung dengan Trunks. Meskipun sudah dalam wujud ultimate, Gohan tidak begitu kuat. Mungkin karena ia sudah jarang berlatih. . . . . Tapi tetap saja, Gohan dua tingkat di atas Trunks.
''Gohaaan....!?'' panggil Goku.
Gohan menyempatkan menoleh ke Goku, ''ada apa, ayah?''
''Tahanlah Trunks sebentar! Aku akan kembali.....!''
''Ayah!''

Gohan terus mengadu pukulannya dengan Trunks. Bug bug bug... Duaagg duaagg duagg... Begg.. Demm... plaakk...

Ternyata, Goku yang telah berpikir matang-matang langsung mencari ki Bulma. Cukup lama Goku mencarinya. . .
''Sial! Aku tak bisa merasakan ki Bulma maupun Bulla! Arrgg!!'' gumam Goku, kesal.

Goku tak dapat menemukan ki Bulma yang sangat lemah. Akhirnya ia memutuskan untuk terbang saja. Wuuusss......

Goku terbang dengan kecepatan penuh.. Cepat, semakin cepat.

Tapi ditengah perjalanannya, Goku merasakan pancaran energi Bezita yang sedang mendekat dengan kecepatan yang tinggi juga.
''Aaarrrgg! Dasar Bezita!''

*****

Gohan menurunkan kekuatannya dengan maksud agar dia tidak membuat Trunks lemah atau bahkan mati. Tapi, Gohan malah menjadi bulan-bulanan Trunks jahat. Ribuan pukulan menghujam wajah Gohan. Hingga akhirnya,

''Rasakan ini!'' teriak Trunks seraya melancarkan tinju mautnya ke Gohan.

Duuagghh....
Wuuussshh....
Gohan menukik tajam.....

Trunks tidak membiarkan Gohan begitu saja. Ia langsung menggunakan quad blast-nya dengan kekuatan penuhnya.

Wooosshh... Boom!! Dooaarr..!!

Gohan kalah oleh Trunks jahat dan tercebur ke dinginnya air kutub utara.

Sementara itu, Goku telah sampai di Metro barat, rumah Bulma. Goku pun kaget ketika melihat kondisi rumah Bulma yang hancur berantakan. Tapi itu bukan masalah baginya. Ia segera mencari Bulma yang keberadaanya entah di mana.
''Bulma ! Bulma !''

Mendengar adanya suara Goku, Dr. Brief segera menemuinya.
Dr. Brief kaget melihat Goku yang datang dengan wujud super saiya 3-nya.''Apa kau Goku?''
''Ya! Aku tak punya banyak waktu, sekarang cepat beritahukan aku, dimana Bulma?!
''Bulma?'' ujar Dr. Brief. ''Dimana dia ya?''

Tapi, mendadak Goku merasakan ki Bulma yang sedang menjauh. Segera, Goku terbang dan mencari Bulma.
''Goku! Mau ke mana, kau?!''

''Yosh! Itu pasti Bulma'' pikir Goku yang melihat pesawat sedang terbang.
Goku segera melihat pengemudinya dan ternyata benar, dia adalah Bulma yang sedang bersama Bulla.
''Ada apa, Goku?'' tanya Bulma, santai.
''Bulma, ayo ikut denganku!''
''Ada apa, Goku? Sepertinya ini penting sekali, sampai-sampai kau harus berubah menjadi super saiya''
''Ya! Ini penting sekali. Ini tentang Trunks! Ayo, ikutlah denganku!''
 
 
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 14 : Trunks Sadar

Kembali ke kutub utara. Bezita ternyata telah sampai di kutub utara dan segera menantang ulang Trunks. Tetapi Trunks tak mengindahkan kehadiran Bezita. Dia malah berkonsentrasi untuk menghancurkan tubuh Gohan yang ada di dasar laut.

''Brengseek!'' teriak Bezita.
Woosshh...

Bezita langsung terbang menuju Trunks dan segera meninjunya dengan kekuatan penuh.

Buaagghh... Trunks terpelanting ke udara.
Bezita pun langsung menghujani Trunks dengan triple blast secara berulang-ulang. Hingga akhirnya Trunks terkapar di dekat gunung es.
''Hmph! Dasar menyusahkan saja!''

Bezita kemudian turun mendekati Trunks yang sudah sangat lemas. . . . .
''Oy, Trunks! Apa kau baik-baik saja, Trunks?!'' tanya Bezita.
Trunks sudah tidak dalam mode double ultra super saiya. Tapi, emosinya belum bisa ia kendalikan. ''Ggrrr...!!!'' Trunks kembali bangkit.

Apakah bangsa saiya memiliki sifat seperti ini? Trunks adalah ras campuran saiya, jadi sangat memungkinkan untuk membuat sifat baru.

*****

Goku yang telah susah payah mencari Bulma akhirnya telah menemukannya.
''Ayo, Bulma... Kita tak punya banyak waktu lagi...''
''Baiklah, Goku...'' balas Bulma.

Bulma kemudian membuka pintu pesawatnya dan segera melompat ke Goku, begitu juga dengan Bulla. Mereka telah siap berangkat ke kutub utara. Tapi,

''Eee... Tunggu dulu, Goku! Aku 'kan butuh pakaian yang tebal, Bulla juga. Di sana pasti dingin banget...'' ujar Bulma.

Goku terpaksa deh harus turun menapak bumi. Tap!
Dengan kapsulnya, Bulma segera berganti pakaian, begitu juga Bulla. Beess...

Ternyata, Trunks belum sepenuhnya kalah. Dia segera bangun dan kembali menantang Bezita. . . Trunks bagaikan ozaru tanpa berubah menjadi kera.
Bezita dan Trunks kembali bertarung sengit.
Buaghh... Duamm.. Bgg.. Klleekk... Duuagg...

Kali ini, Bezita mendominasi. Mungkin karena Trunks yang sudah kehabisan energinya.

Cuiing... Muncullah Goku, Bulma dan Bulla tak jauh dari pertarungan Trunks dan Bezita.

Goku sangat kaget ketika dia tidak merasakan ki Gohan. ''Gohan!''
Bulma pun sangat ngeri ketika melihat anaknya yang tidak memiliki mata. Aura jahat menyelimuti tubuh Trunks hingga Bulma bisa merasakan hal tersebut.
''Trunks....''

Satu pukulan telak menghujam wajah Trunks dan membuatnya terlempar menabrak gunung. Bezita sudah siap menghajar Trunks dengan jurus final attack-nya.
''Tunggu dulu, Bezita!'' teriak Goku, menghalau.

Tapi Bezita sama sekali tak mengacuhkan Goku.

''Bezita! Kau bisa membunuh Trunks! Aku tahu caranya agar Trunks sadar!''
Kali ini Bezita menoleh ke arah Goku. Dia kaget ketika melihat Bulma dan Bulla juga ada bersama Goku.
''Ya! Trunks hanya butuh kesadarannya! Dengan Bulma dan Bulla dia pasti akan sadar kembali...'' jelas Goku.
Tidak seperti biasanya, kali ini Bezita langsung mau mengikuti saran Goku. ''Baiklah, Kakarroto, kita coba...''

Goku segera membawa Bulma dan Bulla kepada Trunks yang sedang kesakitan. Bezita menyusul...

Terdengar suara Trunks yang meringik kesakitan...
''Trunks...'' kata Bulma.
''Kakak...'' kata Bulla.

Trunks mendengar ucapan mereka berdua. Seketika, pupil Trunks kembali normal.
''Mama.... Papa.... Goku.... Bulla'' panggilnya satu per satu.
 
 
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 15 : Membawa Trunks ke Istana Kami

Kondisi Trunks yang sangat parah membuatnya tidak bisa memeluk ibunya. Trunks tak tahu apa yang telah terjadi. Seingatnya, dia telah melawan banyak orang yang mengganggunya sepanjang hari ini.
''Papa... Maafkan aku...'' pinta Trunks kepada Bezita.
''Trunks...''
''Sebenarnya, apa yang terjadi denganku?'' Trunks bertanya-tanya.
''Trunks... Mungkin kau telah menjadi ozaru, tapi dalam bentuk yang berbeda dan dengan penyebab yang berbeda pula..'' jelas Goku.
''Ozaru?''
''Ozaru adalah monyet raksasa. Semua bangsa saiya bisa menjadi ozaru ketika melihat bulan. Bahkan saiya campuran seperti Gohan pernah menjadi ozaru...''
''Apakah kau juga pernah menjadi ozaru, Goku?'' tanya Trunks, lagi.
''Ah... Ya...'' jawab Goku. ''Ya, aku pernah menjadi ozaru beberapa kali''
''Lalu? Apa yang telah terjadi padaku itu adalah ozaru? Aku tak bisa mengendalikan diriku. Aku seperti terkurung di dalam kaca'' aku Trunks.
''Tidak, Trunks... Kau tidak berubah menjadi monyet raksasa. Maka kau tadi tidak menjadi ozaru''
''Lalu? Aku menjadi apa?''
''Kau menjadi jahat, Trunks!'' sahut Bezita, tiba-tiba.

Trunks yang masih tergeletak lemas di pangkuan Bulma, sudah tak tahan lagi dengan rasa sakit yang dideritanya. Sehingga ia meminta untuk segera diobati.
''Argghh... Aku tak tahan lagi, mama...''
''Goku..?'' kata Bulma.
''Sebaiknya kita bawa ke istana kami... Di sana Dende akan segera menyembuhkanmu''
''Chhh! Menyusahkan saja!'' sahut Bezita.

Sementara itu di istana kami...
Piccolo yang tadinya ingin mengejar Bezita sudah mengurungkan niatnya. Dia hanya memantau dari kejauhan dengan merasakan pancaran ki mereka.

Dan kini, Piccolo menyadari bahwa pertarungan telah usai. Tapi anehnya, energi Trunks dan Gohan sama sekali tidak terdeteksi. Sementara energi kuat Goku begitu ia rasakan dan energi sedang Bezita juga.

Dengan jurus teleportasinya, Goku membawa Trunks ke istana kami.

Cwiing..

Tibalah mereka di istana kami.

''Trunks!'' teriak Piccolo yang melihat Trunks dibopong Goku.
Goku...!'' sahut Uub.
''Dende?! Dimana Dende, Piccolo?'' tanya Goku, langsung.

Dende segera datang...... Dia segera mendapatkan Trunks.

Lagi-lagi, Dende menggunakan kekuatan mistisnya untuk menyembuhkan orang saiya.

''Goku... Apa kau takkan kehabisan tenaga jika kau terus menggunakan mode super saiya 3 itu, hah?'' tanya Bezita.
''Ah... Kau benar Bezita. Hahahahahaha....'' balas Goku, jenaka.

Goku pun segera berubah ke mode biasa. Begitu juga dengan Bezita.
 
 
 
DB Next Journey Vol2 Chapter 16 : Gohan Juga Butuh Pertolongan !

Trunks telah disembuhkan oleh Dende dengan kekuatan magisnya. Dengan rasa sangat menyesal, Trunks meminta maaf kepada Bezita. Trunks memeluk erat Bezita, papanya.
''Maafkan aku, papa'' pinta Trunks, menangis.
''Sudahlah! Jangan cengeng begitu...'' sergah Bezita.
Trunks mengelap air matanya dan segera menoleh ke Goku. ''Maafkan aku, Goku..'' pintanya.
''Tak apalah, Trunks... Anggap saja itu tak pernah terjadi'' balas Goku, tersenyum kecil.

Mendadak Piccolo gusar, membuat semuanya kaget.
''Oy, ada apa, Piccolo? Kau terlihat sangat khawatir. Ada apa?'' tanya Goku, menanggapi.
''Apa kau tidak ingat dengan Gohan, hah?'' balas Piccolo.
''Gohan?!'' Goku jadi teringat dengan Gohan yang sebenarnya ia telah berniat mencarinya sewaktu di gunung es. Tapi ia jadi lupa ketika Trunks meminta diobati.
''Ahhh...! Sial! Aku melupakannya!'' kata Goku.
''Sebaiknya kita cepat mencarinya...'' lanjut Piccolo.

Goku, Piccolo, Trunks dan Uub terlihat telah bersiap menuju kutub utara lagi. Tapi tidak dengan Bezita yang masih congkak.
''Bezita.. Apa kau tidak mau ikut mencari Gohan?'' tanya Piccolo.
''Chh... Aku tidak ikut'' tegas Bezita.
''Papa?!''

Mereka berempat pergi menuju kutub utara dan meninggalkan Bezita, Bulma dan Bulla di istana kami. Sementara mereka pergi, Bezita meminta Bulma pulang.

Wuuussshhh.....

Mereka pergi dengan kecepatan penuh. Uub tertinggal sedikit. . . . .

*****

Sementara itu, Goten baru saja bubar kelas. Ia begitu penasaran dengan apa yang telah terjadi setelah ia merasakan ki para z fighters. Walaupun begitu penasaran, kini Goten sudah tak merasakan ki mereka lagi... ''Hhhh... Sebaiknya besok kutanyakan saja pada Trunks'' batin Goten. Wuusshhh... Goten pulang ke gunung Paozu.

Goku, Trunks, Piccolo dan Uub telah sampai di kutub utara. Tapi mereka sedang kebingungan mencari tempat pertarungan yang tadi. Trunks tidak bisa mengingatnya, begitu juga dengan Goku, Piccolo dan Uub.

Dengan sedikit kecerdasannya, Trunks segera mencari lubang-lubang bekas ledakan atau gunung-gunung es yang berguguran.
''Goku! Sepertinya di sana(tempat pertarungan) !'' teriak Trunks.
 
 
 
Chapter 17 : Menyelamatkan Gohan yang Sekarat

Di KameHouse.
''Oy, Kuririn...'' tanya Muten Roshi.
''Ada apa?
''Apa kau tidak penasaran dengan kejadian aneh hari ini? Goku mengeluarkan tenaga yang sangat besar, mungkin dia menjadi super saiya 3. Bezita, Trunks dan Gohan juga tak kalah besar energinya''
''Hmm...? Akan kucari tahu...''
''Baguslah..''
''Aku akan ke istana kami. Mungkin Piccolo tahu''
''Oy, Kuririn. Mau ke mana kau?'' sahut No. 18.
''Hehehe... Apa kau mau ikut juga ke istana kami, No. 18?'' tanya Kuririn.

Kuririn, No. 18 dan Maroon terbang menuju istana kami untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

''Trunks, apa benar kau tidak ingat apapun?'' tanya Piccolo.
''Oh Piccolo... Aku sungguh tak ingat. Bahkan aku seperti tidak tahu''
''Seperti tidak tahu, katamu..?''
''Ahh... Maksudku, aku tidak tahu''

''Goku!'' teriak Uub dari kejauhan.
Goku segera menghampiri Uub. ''Ada apa, Uub?'' tanya Goku.
''Mungkin, Gohan tidak ada di sini...'' pikir Uub.
''Apa maksudmu, Uub?''
''Maksudku... Mungkin Gohan ada di dasar laut es ini...''
Goku terdiam.

Piccolo dan Trunks pun ikut berkumpul.

Tiba-tiba,
Uub menceburkan diri ke laut es yang dinginnya minta ampun deh.. ''Byuurr...''

Goku tak mau pikir panjang, dia juga segera menceburkan diri ke laut.
Trunks pun demikian.
Namun, Piccolo hanya akan mencarinya di permukaan...

Uub berenang begitu cepat hingga sangat dalam... Dia segera menuju dasar, tapi dasar lautnya begitu jauh.

Goku dan Trunks saling berpencar.

*****

Kuririn, No. 18 dan Maroon telah sampai di istana kami. Mereka hanya menemui Dende dan Mr. Popo.
''Dende, dimana Piccolo?'' tanya Kuririn.
''Piccolo sedang ke kutub utara bersama Goku, Trunks dan Uub''
''Anuu... Apa yang mereka lakukan?''
''Mereka sedang mencari Gohan...''
''Mencari Gohan? Apa maksudmu..?'' tanya Kuririn bingung.

Dende berjalan menjauh dan meminta Kuririn ikut dengannya.
Lalu, mereka duduk di suatu tempat yang teduh.
''Begini ceritanya...''
''Ya!'' sahut Kuririn.
''Trunks saat itu sedang berlatih dengan Bezita, tapi dia kehilangan kontrol emosinya. Dia kemudian meledak-ledak sehingga Bezita, Goku dan Gohan dikalahkan olehnya. Sampai akhirnya, Bezita lah yang melumpuhkan Trunks hingga ia menjadi tak berdaya. Trunks baru bisa sadar lagi setelah ia melihat Bulma...''
''Trunks? Seperti itukah dia?'' kata Kuririn.
''Hmph... Dasar orang saiya'' cetus No. 18.

Sementara itu, Uub telah melihat tubuh Gohan yang berada di mulut goa. Uub pun segera mengangkat tubuh Gohan dan membawanya ke permukaan.
''Goku!'' teriak Uub.
Goku, Piccolo dan Trunks segera menyusul Uub.
Trunks segera mengambil alih. Dia kemudian mencoba mengeluarkan air dari dalam tubuh Gohan. Gohan benar-benar membeku.
 
 
 
Ini dia chapter terakhir di Vol2.

DB Next Journey Vol2 Chapter 18 : (#Jump#)

Goku juga ambil bagian, dia segera menghangatkan tubuh Gohan dengan energi dalamnya. Perlahan, es yang menyelimuti tubuh Gohan mencair. Tapi dia belum juga sadar.

''Goku...! Sebaiknya kita bawa ke Dende saja..'' ujar Piccolo.
''Dende..? Ya, itu ide bagus..'' sahut Goku.

Segera, mereka kembali menuju istana kami.

*****

wuusshh...
Hanya butuh beberapa waktu saja, mereka telah sampai di istana kami.

''Itu mereka!'' seru Dende seraya berlari menuju Goku dkk.
Kuririn dan No. 18 pun demikian.

Dengan sisa kekuatannya, Dende segera menyembuhkan Gohan.
Tidak seperti biasa, kali ini Dende lebih lama.
Lama, cukup lama.....

Namun,
akhirnya Dende berhasil membuat Gohan siuman.
''Gohan?!'' kata Goku.
''Gohan?!'' sahut Trunks.

*****

Mereka saling berbincang setelah Gohan sadar. Lalu, Gohan pun pulang, begitu juga dengan Trunks, Kuririn dan No. 18.

Tapi tidak dengan Goku dan Uub. Mereka ingin terus berlatih agar menjadi lebih kuat lagi. Goku dan Uub ingin masuk ke ruang jiwa dan waktu sekali lagi.
''Apa itu benar, Goku?'' tanya Piccolo.
''Ya! Kami ingin berlatih di sana..... Tapi,'' kata Goku.
''Tapi kenapa, Goku?'' sahut Dende.

Goku tersenyum malu...
''Tapi aku telah merusak komputernya..hehehe...''

Dende, Mr. Popo dan Piccolo kaget mendengarnya.

''Tak apa, Goku... Majin Buu bisa memperbaikinya...'' kata Piccolo, tenang.

Sehari kemudian, Majin Buu memperbaiki komputer yang digunakan untuk mengaktifkan musuh-musuh Goku. Setelah itu mereka berdua langsung masuk lagi ke ruang jiwa dan waktu. Sebelumnya, Goku juga telah meminta uang kepada Mr. Satan agar memberikan sedikit uangnya untuk keluarga Uub di pulau selatan.



Vol 2 Selesai : By Alfin Syukran(Broly) dan Benx Jones Archilles(Mr .Satan Juara Dunia)
 
 
 
 
 
Selasa, 04 Juni 2013 0 komentar

Sinopsis Dragon Ball AF Toyble Volume 1 Page 11-20

Posted by : wuxia123


Goten yang masih asik menggosip tentang alien itupun tiba-tiba dikagekan dengan speaker pengumuman, bahwa terjadi perampokan di Bird Town. Di sisi lain, Pallace sepertinya tertarik dengan alien yang sedang dibicarakan Goten tadi, ingin melihatnya jika itu kera, dab mengajak Goten karna Palace belum pernah melihat kera. Di lain sisi, Gohan menyuruh Goten untuk menuju ke TKP, namun adiknya menolak dan berkata sibuk. Gohanpun marah karna Goten sibuk untuk melihat kera, akhirnya Gohan mengancam akan memotong uang jajan Goten, akhirnya Gotenpun menuruti perkataanya
Goten akhirnya keluar gedung dan berubah jadi Great Saiyaman 3 lalu pergi ke tempat kejadian, teman-teman perempuannya pun keluar gedung dan memberi pujian pada Goten

sesampainya disana terlihat 3 orang yang sudah tidak asing lagi bagi pecinta Dragon Ball, Pilaf Gang (pilaf, Shu, Mai), mereka ber-3 merampok karna kehabisan duit untuk produksi mesin tempur.

Goten datang dan langsung bersiap melawan pilaf gang, sial bagi Goten, papayaman lebih dulu datang dan tatapan para masyarakat tertuju pada Papayaman. Papayaman dengan mudah menghancurkan ketiga perampok itu. Goten kaget karna Ia kalah cepat dari uub (papayaman)

Tiba-tiba, sebuah koran harian melayang dan jatuh tepat di wajah Goten. ada edisi peringkat pahlawan super terpopuler di kota Satan .
Tertulis seperti ini :
1. Papayaman
2. Mr.Satan
3. Original Great Saiyaman (gohan
...
100. Great Saiyaman #3
Goten sangat kaget karna Ia berada di posisi 100
Gotenpun membuang selebaran koran itu dan pulang. mereka adalah Kaioshin Lila dan seseorang yang berkata “ Jadi ini bumi, asal Ayah” “aku Xicor pewaris dari ayah Son Goku yang terkuat di alam semesta ini”
1 komentar

Tentang Kami

Posted by : wuxia123
Kami semua senantiasa membuat anda puas dengan info-info seputar Dragon Ball dari kami.

Jangan lupa like Facebook kami :
https://www.facebook.com/pages/Dragon-Ball-Indonesia/253339884785529

jika ada pertanyaan, hubungi kami di:

Anthony Fioren (Ketua, N,Shenron):
https://www.facebook.com/anthony.fioren

Alfin Syukran (Broly):
https://www.facebook.com/l1v3rpool

Akmal Muhammad Fikri (Bills):
https://www.facebook.com/akmalmfikria

Benx Jones Achilles (Mr.Satan):
https://www.facebook.com/theredsarmy.gloryglorymanunited?hc_location=stream

Busro Slalu Cendiry (Super Trunks):
https://www.facebook.com/busro.gembul

Akhmad Rikza Muqtada (Gohan)
https://www.facebook.com/ariek.ampemati

Khaidir Rifani (S.Gogeta)
https://www.facebook.com/khaidir.rifani

M Naufal Abdillah (Gotenks):https://www.facebook.com/mnaufal.abdillah.1




Terima Kasih sudah mengunjingi Blog Kami.

Arigatou Gonzaimasu
0 komentar

Sinopsis DBAF Toyble Volume 1 page 1-10

Posted by : wuxia123


Semua orang telah menunggumu

Kembali dimana saat setelah son goku membangkitkan kekuatan super saiya-jin nya dan mengalahkan Frezza di langit planet namek

Saat dia menerima serangan terakhir dari son goku frezza masih hidup

Pasukan king coldpun berkata "kami menemukan Frezza sama, Daio Cold sama" king Cold pun kaget sambil menyebut nama Frezza

Kaioshin Lila dan King Cold sangat bingung bagaimana Frezza yang adalah terkuat (pasa waktu itu) dikalahkan oleh bangsa saiya

Lila pun geram dan tidak mau menganggap Frezza sebagai anaknya karna Ia bukanlah yang terkuat di alam semesta

Kaioshin Lila pun menyuruh anak buahnya menyiapkan kapal untuk melihat siapa itu goku

Bumi telah ditinggalkan Goku dan juga Dragon Ball, namun dunia tetap aman

Di orange high school, son's office, terlihat gohan yang dipanggil untuk mengajar, lalu Ia pergi ke kelas dan mengajar.

Terlihat Goten yang kuliah disana, sedang asik berbincang-bincang dengan temanya, membicarakan penemuan Alien di Satan Rock, namun teman perempuan Goten justru berkata bahwa itu hanya Kera yang gundul ...
0 komentar

Dragon Ball Next Journey Vol.1

Posted by : Unknown
Original by Muhammad Ben Bangga


Mber.... Mr. Satan punya fanfict Dragon Ball (cerita karangan fan)nih....

Berceritakan tentang kekacauan Goku dkk. setelah episode akhir... Tapi bedanya, kalo di episode terakhir DBZ itu kejuaraan Tenkaichi Budokai dibatalkan, sedangkan di DB Fanfict ini Tenkaichi Budokai dilanjutkan...

akan Satan post di sini ....



NO COPAS PLEASE!!!!


Chapter 1 Goku dan Uub Pergi, Tenkaichi Budokai Kacau.



Komen, sang pembawa acara Tenckaichi Budokai mendadak kebingungan setelah peserta Son Goku dan Uub pergi begitu saja. Meskipun masih menyisakan banyak peserta, tapi beberapa sudah mengundurkan diri.

Peserta yang tersisa hanyalah, Pan, Mr. Buu, Goten, Trunks, Captain Chicken(dia kembali lagi setelah sempat kabur) dan Bezita. Sementara Mr. Satan hanya akan bertarung saat laga final. Setelah berdiskusi cukup lama, Komen segera masuk ke arena yang memang telah hancur. ''Yeaaahh...'' teriaknya. ''Maaf telah membuat kalian menunggu lama. Keputusan telah diambil berdasarkan diskusi kami.... Aturan pertandingan akan diubah!'' tambahnya. ''Istirahat 15 menit! Setelah itu akan kami umumkan.....''

Sontak saja, para penonton dibuat kaget minta ampun. ''Aku yakin akan terjadi Royal Battle...!'' ucap salah seorang penonton.
''Apa? Royal Battle?''
''Menakjubkan.... Ini pasti bakal menarik!''

Sementara di pihak lain, Goku dan Uub sedang menuju ke pulau selatan, rumah Uub dengan terbang seraya menggendong Uub.
''Hei, Uub....''
''Ya.. Goku..''
''Aku akan memulai melatihmu.. saat ini juga..''
''Ah, apa?''
''Ya.. Kau harus bisa belajar dengan cepat agar bisa menjadi petarung yang hebat'' Goku menyemangati.
''Baik!'' sahut Uub.
''Yoshh....! Kita akan mulai, bersiaplah Uub!''
''A-apa maksudmu Goku? Apa jangan-jangan kau mau melemparku dari atas sini, ah?''
''Hahahaha... Ternyata kau bisa menebak pikiranku, ya?''
''Hah! Tolong jangan begitu Goku. Aku 'kan tak bisa terbang....'' kata Uub, mulai ketakutan.
''Weehh... Tenang saja, kau hanya perlu mengendalikan ki-mu saja'' jelas Goku.
''Apa itu ki?''

Goku kebingungan bagaimana menjelaskannya. Yang Goku tahu ki adalah jurus tenaga dalam..... ''Ehm.. gimana ya?''
''Mana aku tahu?'' sahut Uub.

Kembali ke Tenkaichi Budokai.
Komen kembali ke atas panggung tetapi dia lupa tak menggunakan kaca matanya. ''Eh adududuhh... Mau beraksi ko 'ngga pake kacamata. Nanti 'ga keren nih...'' batin Komen yang kemudian pergi ke dalam mengambil kacamatanya yang tertinggal.

Suara riuh penonton yang sudah tak sabar membuat Komen panik. Tetapi ia tidak juga menemukan kacamatanya. ''Hah...dimana sih!?'' gumamnya.

''Oy...! Kita sudah lelah menunggu!''
''Kita datang untuk menonton pertandingan! Bukan malah menunggu!''
''Wooy! Cepatlah!!!''

''Jiaaahh.... Ini dia ! Kacamata kesayanganku...'' teriak Komen kegirangan setelah menemukan kacamatanya. Segera Komen berlari ke arena.
''Maafkan kami atas keterlambatannya... Kami telah memutuskan bahwa peraturan pertandingan diubah!'' kata Komen, bersemangat.
''Battle Royal......!'' jelas Komen.

Suara riuh penonton yang sangat gembira menggema di arena Tenkaichi Bodokai....
''Hahaha... Begitu dong.''
''Wow, menakjubkan!''
''Aku rindu yang seperti ini!''


================================================



Chapter 2 Trunks memilih Bezita

''Agar para peserta siap terlebih dulu... Maka akan diberikan waktu 10 menit bagi mereka. Untuk penonton diharapkan bersabar..'' seru Komen.

Tetapi, penonton yang sudah terlanjur ingin segera melihat pertarungan mulai marah. Mereka melempari Komen dengan botol-botol minuman dsb.

''Yaa... Begini saja...'' kata Goku.
Uub kebingungan.
''Hei, Uub... Lihatlah ini'' kata Goku seraya melepaskan bola-bola energi.
Uub tercengang dan tak bisa berkata apa-apa.......
''Bagaimana, Uub? Apa kau sudah paham maksudku?''
''A-ah... Apa kau membawa bom?''
''Wah, ternyata kau belum paham juga, ya? Itu tadi adalah bola energi yang terbuat dari energi ki. Kau juga bisa menggunakan ki-mu sebagai senjata atau pelindung''
''Bagaimana caranya, Goku?'' tanya Uub.
''Ya... Itu sangat mudah, kau har....''
''Mudah 'kan bagimu'' potong Uub.
Goku tertawa kecil kemudian berkata, ''yah, memang awalnya sulit. Tapi jika sudah terbiasa kau akan mudah melakukannya. Yakinlah kau bisa, Uub!''
''Baik, Goku!''
''Begini, kau harus konsentrasikan kekuatan dalammu di kedua telapak tanganmu''

Kemudian Uub mempraktekkannya...
''Ya, seperti itu!'' ''Sekarang, kau jangan berpikiran apapun selain kekuatan di telapak tanganmu....''
''Akan kucoba'' sahut Uub.

Yohooo... Keluarlah bola cahaya dari kedua telapak tangan Uub yang dihadapkan. Uub sangat gembira telah berhasil satu langkah.
''Bagus... Bagus... Bagus Uub! Kau hebat!''

''Setelah kau bisa mengendalikan ki-mu, kau hanya harus menyeimbangkan tubuhmu dan kau sudah akan bisa terbang!'' jelas Goku, menatap mata Uub yang berseri-seri.
''Waah... Semudah itukah, Goku?''
''Ya.. Semudah itu'' sahut Goku. ''Apa kau mau mencoba?'' tanya Goku.
''Aku akan coba menguasai ki-ku dulu...''
''Ya.. Terserah kau saja. Yang penting kau harus sudah bisa terbang setelah kita ada di rumahmu..hehehe...''

Akan tetapi, tiba-tiba datanglah 5 jet tempur militer di depan Goku dan Uub. Salah satu pesawat itu siap manabrak Goku jika tak menghindar. Kecepatan sekitar 800 mil/jam membuat Goku kepayahan tak bisa menghindar...''wahhhh!!! Gawat!'' teriak Goku.
Karena Goku paniknya bukan main, maka Uub pun terjatuh dari punggung Goku. ''Aahh... Goku!'' teriaknya.
''Uub!''

wuuussshhhh....!!! Goku tertabrak salah satu jet tempur itu! Beruntung, Goku masih sanggup menempel di moncong jet tersebut. Tapi bagaimana dengan Uub? Goku pun belum bisa bertindak banyak dan dia sudah terhempar begitu jauh dari Uub yang akan jatuh di suatu kota.

''Aahhhhh... Tolong, Goku !'' teriak Uub. Tapi kemudian Uub segera terpikir bahwa ia akan belajar terbang setelah berhasil menguasai ki. ''O yah.. Kata Goku aku hanya harus menyeimbangkan tubuhku'' batin Uub, masih terjun bebas.
Kemudian Uub mencobanya.....

Tapi tetap saja, Uub terus saja terjun bebas tanpa rem... Namun Uub masih terus berusaha semampunya. Mungkin karena ia kurang konsentrasi.

Hanya kurang dari 50 meter saja Uub sampai pada aspal ! Goku suda tidak bisa menolong Uub lagi... Semua hanya bergantung pada diri Uub sendiri. ''Heaaaaahhh!!!'' teriak Uub sekerasnya....

Juuushhhh.... Uub sedikit demi sedikit berhasil 'mengerem'. ''Aku harus bisa!''.

Gubrakkk... Uub terjatuh di aspal yang panas. ''Adududuhhh.... Sakit''

Sementara itu Goku baru bisa lepas dari moncong jet setelah ia melempar jet tersebut. ''Ahh.. Uub!'' kata Goku sembari langsung terbang secepat kilat.



Di Tenkaichi Budokai.
Komen kembali masuk arena. ''Ya.. Maafkan kami atas keterlambatannya. Yosh... Langsung saja kita panggil peserta Royal Battle !''

''Peserta pertama, Goten!''
''Peserta kedua, Captain Chicken!''
''Peserta ketiga, Trunks!''
''Peserta keempat, Bezita!''
''Peserta kelima, Mr. Buu!''
''Dan peserta keenam, Pan!''
''Silakan masuk ke ARENA !!!!

Penonton sangat bahagia....

''Peraturan Royal Battle tetap sama dengan peraturan pertandingan biasa di Tenkaichi Bodokai. Bagi yang menyerah, tidak bangun dalam 10 detik atau keluar arena dianggap kalah'' jelas Komen. ''Tidak diperbolehkan juga, membunuh, melukai penoton'' lanjutnya.
Semua peserta telah bersiap dan segera bertarung. Mereka masing-masing mulai menentukan lawannya. ''Paman! Aku akan melawanmu!'' kata Pan, yakin. Mendengar itu, Goten sangat kaget, ''eee? Apa-apaan kau, Pan? Aku 'kan akan melawan Trunks... Iya, kan, Trunks?''
''Tidak, Goten...!'' sahut Trunks. ''Aku memilih melawan papa!''
''A-apa?''
''Lawan saja Pan terlebih dulu, setelah itu, lawan aku'' pikir Trunks.
''Chhh! Jangan kecewakan aku Trunks!'' teriak Bezita, keras-keras.

''Yosshhh.. Royal Battle, dimulai !'' teriak Komen, menandakan pertandingan dimulai.

Mr. Buu berhadapan dengan Captain Chicken.
Goten dengan Pan.
Dan Trunks dengan Bezita.

''Wahahaha... Ini akan jadi pertarungan yang sangat seru...'' ungkap Yamucha, mengomentari duel Trunks dengan Bezita.
''Ya.. Itu benar'' sahut Gohan.
''Ya.. Kupikir itu akan jadi suatu pelajaran berharga bagi Trunks. Mungkin dia akan mengalami lebam di wajahnya, hehehe...'' potong Kuririn.
Bulma naik darah, ''enak saja kau bicara, Kuririn! Trunks itu juga kuat!''
''Ehehehe... Si tante ini marah'' kata Kuririn, jenaka.
''Enak saja kau bilang aku tante-tante! Aku masih muda tau !'' balas Bulma, marah.
Tiba-tiba Chi-chi berteriak sangat keras, ''Goten, semangat!''
''Ah..Chi-chi!'' sahut Yamucha.



===========================================



Chapter 3 Uub Terbang


Akhirnya Goku telah sampai di tempat Uub, di tengah jalan raya yang padat.
''Apa kau baik-baik saja, Uub?''
''Ya, Goku! Kupikir aku sudah bisa terbang...''

Suara klakson mobil mengeras dan meminta mereka berdua minggir dari tengah jalan.

''Ah, ayo Uub. Kita pergi dari sini'' ucap Goku seraya mengulurkan tangannya.
''Tidak usah, Goku... Aku akan coba sendiri'' sanggah Uub, yakin bisa.
''Semangatlah, Uub!'' kata Goku, terbang.

Orang-orang sekitar dibuat kagum setelah mereka melihat Goku terbang.
''Lihat! Dia terbang....''
''Ahh... Orang itu terbang...''
--------
''Ayo Uub. Kau harus bisa!''
''A-aku......harus......bisa!'' teriak Uub.

Wuusshhh.... Aura putih menyelimuti tubuh Uub.
Sedikit demi sedikit, tubuh Uub melayang di udara dan warga kota semakin gila.

''Wah.. Lihat Goku, aku melayang!''
''Bagus.. Benar begitu, Uub!''
''Ya, Goku''
''Yosh.. Ayo kita terbang!''
''Baik!'' sahut Uub seraya terbang mengikuti Goku.

Uub sangat cepat belajar. Bahkan dia lebih cepat ketimbang Goku kecil. Uub juga mampu belajar dengan bertarung langsung. Sangat hebat memang tapi, apakah Uub bisa melampaui Goku?

''Trunks! Jangan kecewakan aku!'' pinta Bezita.
''Jangan khawatir, papa!''

Duel yang sangat menarik, Bezita melawan Trunks. Trunks sangat berambisi bisa mengalahkan Bezita. Tetapi itu tidak mudah. Inisiatif serangan pun langsung Trunks ambil dengan melancarkan pukulan-pukulan ringan yang cepat disertai sesekali tendangan.

Sementara Goten malah kualahan menghadapi Pan, keponakannya. Goten tidak bisa berbuat banyak setelah Pan sangat marah karena Goten telah menyebutnya 'pendek'. ''Rasakan ini!'' seru Pan seraya meninju muka Goten... Duaagghh.. Goten terhempas ke pinggir arena dan hampir saja keluar arena. Tidak sampai di situ saja, Pan langsung melompat dan telah berdiri di samping Goten yang terbaring. ''Aku marah! Kau bilang aku pendek. Aku ngga terima!'' ucap Pan dan langsung menendang Goten ke luar arena.

Goten Out !

''Jiaaaaahhh.. Goten ke luar arena...'' kata Kuririn.
''Payah...'' sahut Gohan.
''Pan! Kau hebat!'' teriak Videl.

Sementara itu, Trunks yang sedang sangat serius dengan Bezita dibuat kaget bukan main. Keteledoran Goten sangat membuat Trunks hilang konsentrasi. ''Goten!'' katanya.
''Bodoh! Jangan hiraukan dia!'' kecam Bezita, langsung memukul Trunks hingga terlempar jauh.

''Ah, Trunks!''
''Trunks!''
''Bezita, kau serius sekali'' kata Piccolo.

*****

''Yosshh.... Kau belajar dengan sangat cepat, Uub! Ayo kita terbang lebih cepat lagi...'' kata Goku kepada Uub.
''Baik!''
''Ayo kita balapan!''

wussshhh.....wuesshh.... Uub masih mampu menyaingi Goku meskipun belum bisa menyalipnya. Mereka terus lebih cepat dan lebih cepat lagi. Tapi,

''Lewat sini Goku! Kau salah arah'' teriak Uub, sembari berbelok arah.
''Waahh ? Bagaimana? Katanya rumahmu ada di pulau selatan? Ko ke timur?'' tanya Goku, berhenti sejenak.
''Ya, Goku! Tadi kita sedikit berbelok ke barat daya...''
''Aahhh... Sial!'' umpat Goku seraya berubah menjadi super saiya.

Wuuuusssshhh..... Dengan sekejap Goku sudah ada di belakang Uub. Setelah itu Goku kembali ke wujud normal. ''Ahahaha... Aku sudah di belakangmu, Uub!''

Mereka berdua saling kejar. Balapan yang sangat seru... Uub tak bisa dianggap remeh!



=========================================



Chapter 4 Hei, Trunks. Berubahlah jadi super saiya!

''Menjijikkan!'' ucap Bezita.
''Arrghh... Maafkan aku, papa. Aku takkan terhipnotis lagi!'' kata Trunks, bersemangat. ''Dasar Goten, bodoh!...'' umpat Trunks.

Trunks kembali berdiri dan menatap tajam mata papanya. Segera ia melompat dan melancarkan serangan bertubi-tubi.

Sementara Pan malah menangis, membuat penonton bingung.
''Wah, kenapa bocah kecil itu?''
''Padahal dia hebat... Ko malah menangis sih?''

Dengan wajah yang sangat malu, Goten kembali ke ruang ganti. Ia tertunduk lesu dan keluarga Z menertawakannya. Goten tak habis pikir bahwa ia bakal dikalahkan dengan mudah oleh keponakannya sendiri. Ah, betapa malunya Goten.

Tok...tok...tok.....
''Ah...pasti itu penggemarku yang mau minta tanda tangan'' batin Mr. Satan.
Tok...tok...tok.....
''Ya... Tunggu sebentar'' pinta Mr. Satan seraya membuka pintu. ''Ah..! Kukira siapa, ternyata kau..''
''Ya, Mr. Satan. Anu....''
''Anu apa!?''
''Anuu...
''Anu-anu terus ! Nanti kupecat kau!'' bentak Mr. Satan.
''Anu... Pan berhasil mengalahkan Son Goten...''

Mr. Satan melongo.....bagaikan kuda nil
''bhbhbhbhhhh.... Yang benar saja? Son Goten?''
''Ya.. Dia menang mudah''
Mr. Satan semakin ketakutan dan juga bingung.. Tapi demi menjada pamornya, ''Bhahahahahaha... Itulah cucuku, Pan!''
''Ya, Mr. Satan. Dulu Videl juga hebat!''

Ternyata, sejak tadi Captain Chicken tidak melakukan apapun. Dia bahkan sudah pipis di celana. Sementara Mr. Buu malah masih asyik ngemut permen jagoan neon.

''Waah.. Enak-enak.....'' kata Mr. Buu. ''Ayo kita mulai..'' kata Mr. Buu kepada C. Chicken.

Captain Chicken sangat takut melihat Mr. Buu yang begitu besar... Tapi,

teriakan-teriakan penonton yang memadati arena membuat C. Chicken terlecut semangatnya.
''Captain... Captain... Captain... Captain...''
''Aku harus memberikan yang terbaik untuk mereka.... Mereka membayar tiket untuk melihat pertarungan. Akan kuberikan pertarungan hebat itu!'' kata Captain Chicken, dalam hati.

Captain Chicken memukul perut Mr. Buu dengan seluruh kemampuannya. Sementara itu, Trunks juga terus menggempur Bezita yang pasif.

*****

''Itu rumahku, Goku!'' kata Uub, menunjuk rumahnya.
''Ahh... Itu keluargamu juga?''
''Ya! Itu ayah dan ibuku...''
''Yosh...ayo kita ke sana..!''

Goku dan Uub telah sampai di rumah Uub. Mereka berbincang-bincang sembari melepas lelah sejenak. Ibu dan ayah Uub menanyakan apakan Uub telah menang. Uub tidak bisa menjawab dengan lancar. Akhirnya Goku lah yang menjawab semuanya. Goku pun mengatakan bahwa sebagai gantinya, Goku akan meminta uang kepada Mr. Satan untuk membantu keluarga Uub. Goku juga meminta izin untuk melatih Uub di istana kami selama beberapa bulan.

Kembali ke Tenkaichi Budokai.

''Payah!'' sergah Bezita sembari memukul Trunks bertubi-tubi. ''Inilah yang namanya pukulan!''
Trunks menerima banyak sekali pukulan telak yang membuatnya kehabisan energi.

''Bodoh! Itulah akibatnya jika kau jarang berlatih, Trunks!''

Trunks terhempas ke kursi penonton. Tapi dia berhasil 'selamat' dengan cara terbang.
''Hmph!'' desah Bezita.
''Trunks! Berubahlah kau jadi super saiya!'' pinta Bezita.
''A-apa?''
''Cepatlah!

Piccolo dan Dende kaget bukan main... Mereka langsung berpikir bahwa arena akan segera hancur.... Raut wajah Piccolo dan Dende yang berubah langsung ditanggapi oleh Kuririn.

''A-ada apa, Piccolo, Dende ?''
''Bezita meminta Trunks menjadi super saiya...''
''Ah..gawat! Arena bisa hancur!''
''Ya. Aku juga berpikir begitu. Mungkin karena Trunks terlalu lemah bagi Bezita...''
''Benar, Piccolo. Aku juga berpikir demikian''

Trunks masih terdiam, melayang di atas penonton. Sementara Pan, mulai berhenti menangis.

''Sedang apa, kau?'' tanya Mr. Buu kepada Captain Chicken.

Captain Chicken hanya menghadapkan pandangannya ke wajah Mr. Buu.

''Aku geli, tau!'' kata Mr. Buu.

Wuusshh... Ayunan tangan Mr. Buu membuat C. Chicken terhempas, menghancurkan beton.

''Captain Chicken, kalah!'' teriak Komen sembari mengepalkan tangannya di udara.

Bezita sudah sangat kesal dengan Trunks yang dinilainya tidak memiliki kemampuan lagi dan telah menginjak-injak harga diri keturunan saiya. ''Trunks! Berubahlah!'' teriak Bezita seraya mengubah dirinya jadi super saiya.

Sontak, para penonton kembali tercengang dan tentunya mereka melongo kaya kuda nil.


========================================



Chapter 5 Trunks Habis

Setelah melongo kaya kuda nil, sekarang mereka tambah melongo lagi kaya ibunya kuda nil. Mereka tercengang setelah melihat Trunks juga ikut mengubah rambutnya jadi pirang..... ''Papa! Aku akan mengalahkanmu!'' ancam Trunks sembari menyerang Bezita.

Pukulan-pukulan dilancarkan Trunks, Bezita mulai kualahan. Menurut Piccolo, power mereka setara. Hanya saja Bezita masih lebih di atas Trunks. ''Raskan ini!'' teriak Trunks, memukul Bezita.

Duaaggghh.... Pukulan Trunks membuat Bezita tersungkur jauh.

''Hah...hah...hahh...hahh...'' Trunks bernafas sangat berat.
''Hmph! Itu tidak sakit!'' kata Bezita, langsung menyerang balik.
Mereka bertarung hingga menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Lantai arena jadi berlubang, bergelombang dan rusak tentunya. Tapi semua itu justru membuat penonton terhibur. Mereka puas dan segera meneriaki kedua petarung hebat tersebut.

Sementara, kini Pan harus berhadapan dengan Mr. Buu yang telah mengalahkan C. Chicken dengan mudah.

''Oy, kau cucunya Mr. Satan, kan?''
''Benar...''
''Aku akan mengalah untukmu...''
''Ah..?''
''Ya. Aku akan keluar dari arena ini'' ucap Mr. Buu, keluar dari arena.

''Ahhh... Sangat disayangkan sekali, Mr. Buu didiskualifikasi karena keluar dari arena!'' ucap Komen, pake mic.

''Mr. Satan! Mr. Satan! Mr. Satan!'' seru pengawal Mr. Satan sembari mengetuk pintu keras-keras...
''Ada apa, bodoh!? Apa kau tak bisa lebih halus, hah?''
''Anu....anu..''
''Anu terus! Cepat katakan!''
''Anu... Mr. Buu didiskualifikasi. Dia keluar arena''

Mr. Satan tak bergerak! Dia melongo sampe-sampe ingusnya meler...

''Buu... Kau melanggar perjanjian kita..'' batin Mr. Satan.
''Ada apa Mr. Satan? Apa kau sakit?''
''Buu...''
''Ah.. Itu dia Mr. Buu...'' menunjuk Buu yang datang dengan ceria.

Dengan konyolnya, Mr. Satan langsung menyeret Buu masuk ke ruangannya.
''Buu... Mengapa kau pergi dari arena? Apa kau lupa perjanjiannya?'' tanya Mr. Satan. ''Siapapun lawanmu harus kau kalahkan....''
''Ehehe...'' tawa Buu, jenaka. ''Aku lupa''
''Emang siapa sih lawanmu sampe-sampe kau harus keluar?''
''Pan'' jawab Buu.

Gubrakk... Mr. Satan pingsan.

*****

Kembali ke pertarungan.

''Ahhh.... Bezita! Jangan!'' teriak Bulma.
''Trunks bisa mati jika terus seperti itu...'' sahut Yamucha.
''Dia tak bakal mati semudah yang kalian bayangkan...'' potong Piccolo

Ternyata, Bezita sedang menindih Trunks sembari memukulinya habis-habisan.

''Ini pukulan agar kau mau berlatih!'' kata Bezita, terus memukul Trunks.

Meskipun sudah dalam wujud super saiya, Trunks tetap tidak bisa bergerak. Tangannya telah terkunci badan Bezita, sementara kakinya seperti tak berfungsi.
''Bodoh!'' duagghh... ''Bodoh'' duagghh... ''Rasakan ini'' duaggh...

Trunks sudah tak berdaya sama sekali. Akhirnya Bezita mengangkat Trunks kemudian melemparnya jauh-jauh.

Bruukkk.... Trunks menghantam tembok, keluar arena...

''Yaa.... Peserta Trunks keluar arena!'' teriak Komen.


================================================


Chapter 6 Mr. Satan Beraksi

Dengan raut wajah yang kecewa, Bezita pergi meninggalkan arena sehingga ia dianggap gugur oleh panitia. ''Dasar Trunks, itulah akibatnya jika kau jarang berlatih! Bodoh!'' umpatnya.

Bulma, Gohan, Kuririn, Yamucha dan lainnya juga kaget bahwa Trunks bisa dikalahkan dengan mudah oleh Bezita.
''Trunks....'' ujar Bulma.
''Trunks kalah..'' sahut Kuririn.
''Trunks tidak pernah berlatih. Bahkan kekuatannya jauh di bawah super saiya!'' terang Piccolo.

''A-a-apa...? Pe-ser-ta Bezita diskualifikasi!'' seru Komen, kaget.

Penonton yang tadinya ramai-riuh mendadak bungkam, juga bingung. Tetapi, karena hanya menyisakan seorang petarung saja di arena yaitu, Pan, maka Pan dianggap sebagai pemenang Royal Battle dan harus berhadapan dengan sang juara dunia, Mr. Satan!

''Kepada penonton, diharapkan bersabar karena kami akan memberikan rehat kepada peserta Pan agar dia lebih siap menghadapi Mr. Satan. Cukup 5 menit!'' kata Komen.

*****

Kembali ke Goku.

''Goku, apa kau ingin makan?'' tanya Uub. ''Kami punya sedikit makanan ko....''
''Ahh... Tidak usah. Aku sudah makan, tadi''
''Kalau begitu, apa kita bisa ke istana kami, sekarang?''
''Oh..itu... Baiklah.. Ayo kita berangkat!''
''Aku akan pamit dulu pada ayah, ibu dan saudaraku.

Setelah semuanya beres, Goku dan Uub segera menuju istana kami. Lagi-lagi mereka balapan. Goku benar-benar seorang guru yang hebat sedangkan Uub adalah murid yang tak kalah hebat. Dalam sekejap saja, Uub sudah bisa menguasai ki, juga sudah bisa terbang.

''Ayo, Uub! Apa kau bisa lebih cepat dariku?'' tanya Goku, semakin cepat.
''Akan kucoba!''

wuushhh..... wusshhh...

Mereka berdua terus saling susul. Tapi tentunya dengan wajah yang ceria. Mereka sangat menikmati perjanan udara yang kebetulan langit cerah.

''Oy, Uub!''
''Hah...apa Goku?''
''Kau tahu tidak, bahwa sebenarnya aku pernah mati...?''
''Apa?''
''Ya, aku pernah mati...''
''K-kau.? Yang benar saja''
''Yah.. Aku sudah mati sebanyak dua kali lo..''
Uub kaget dan langsung berhenti di tempat. Lalu, Goku kembali ke Uub.

''Ada apa? Kenapa berhenti?''
''Tidak. Aku hanya bingung''
''Tak apa... Aku memang pernah mati, lalu aku dihidupkan lagi dengan dragon ball''
''Apa itu dragon ball?''
''Itu adalah bola-bola naga, jumlahnya ada 7. Masing-masing bola memiliki bintang yang jumlahnya menunjukkan urutan mereka. Jika seseorang mampu mengumpulkan dragon ball, maka akan keluar Shen Long. Kau bisa meminta apa saja dari Shen Long....'' jelas Goku.
''Waahh... Luar biasa...'' Uub takjub.
''Ya... Begitulah''
''Anu.. Dimana bola-bola itu?''
''Hmm... Dimana yah?'' Goku mengingatnya sejenak. ''Oiya... Dragon ball ada di istana kami.... Nanti jika sempat, kita tanyakan kepada Mr. Popo, dia yang menyimpannya.

Di Tenkaichi Budokai.
''Terimakasih telah menunggu....'' ucap Komen. ''Inlah dia, sang juara dunia, Mr. Satan!''

Suara rakyat, ''Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan...''

Datanglah Mr. Satan menggunakan helikopter. ''Bhahahahahaha..... Sang juara dunia, Mr. Satan!'' ujar Mr. Satan.

Lalu, Mr. Satan melompat pake jubah putih kesayangannya dan segera ''piss''.

Suara rakyat, ''Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan...''

''Aduduh... Sialan... Masa sih Pan bisa sampai final?'' gumam Mr. Satan.

''Yoshh... Pertandingan dimulai! Final Tenkaichi budokai! Mr. Satan melawan Pan!''

''Kakek! Aku akan menyerang kau duluan...'' kata Pan.

Pan berlari secepat ia bisa, Mr. Satan menunggu dan cukup cemas.

Tek..tekkk..tek...langkah kaki Pan.

''Rasakan ini, kakek!'' teriak Pan sembari menendang perut Mr. Satan.

Sakit luar biasa... Mr. Satan melompat-lompat kaya kanguru. ''Aduuhhhh.... Sakit!!!!!''

''Hah.... Mr. Satan''
''Mr. Satan!''
''Mr. Satan!''
Para penonton terus menyemangati Mr. Satan meskipun Mr. Satan tidak semangat.

''Aduuuh... Aku tak bakal menang nih, aku harus cari ide dulu. Semua ini gara-gara Buu!'' keluh Mr. Satan, gugup.

''Terima ini, kakek!'' Pan melancarkan tendangan lagi. Duaagghhh, kali ini mengenai wajah Mr. Satan. ''Rasakan yang ini!'' sekarang dagu Mr. Satan.....

''Adududuhh... Pan..'' ucap Mr. Satan tersungkur. Tapi tiba-tiba Mr. Satan mendapatkan ide cemerlang bagaikan pelanginya Boomerang.

Pan sungguh tidak memberi ampun kepada Mr. Satan, kakeknya sendiri. ''T-tu-tunggu dulu, Pan.....'' pintanya, terengah-engah.

Dengan congkaknya, Pan bertanya, ''huh..ada apa sih, kek?''
''Anu...''
''Ayo kita lanjutkan saja, kek!'' teriak Pan, kegirangan.
Mr. Satan kebingungan...*##*
''Tunggu dulu, Pan''
''Apalagi?''
''Anu...'' ucap Mr. Satan seraya melemparkan koin recehnya. ''Anu..tolong ambilkan koin receh kakek, di sana'' jelas Mr. Satan menunjuk ke luar arena.
''Oh itu...baiklah, kek...'' Pan siap mengambilkannya.

Dalam hati Mr. Satan sangat malu, tapi apa boleh buat, dia harus begitu walaupun memalukan.


======================================



Chapter 7 Inilah Sang Juara Dunia, Mr. Satan! 

''Ahh... Apa yang dilakukan bocah cilik itu?'' 
''Sepertinya dia mau ke luar arena....'' 

Keluarga Z. 
''Apa yang dilakukan oleh Pan, ya?'' Gohan bertanya-tanya. 
''Iya...aneh...'' sahut Yamucha. 
''Ihh.. Dasar papa! Pasti ada yang aneh...'' kata Videl. 

Pan terus menuju pinggir arena budokai. Sesampainya tepat di pinggir arena, kemudian Pan melayang di udara dan segera mengambilkan uang receh kakeknya. Melihat hal itu, Mr. Satan semakin kaget akan kemampuan cucunya. 

Ya, Pan juga dididik dengan baik dan benar oleh Son Goku. Bahkan di usia 4, dia sudah mampu terbang mengelilingi bumi. 

''Hmm... Pancaran energi Trunks dan Bezita sempat cukup besar. Kupikir mereka berubah menjadi super saiya...'' pikir Goku. ''Tapi pancaran tenaga mereka sudah menghilang...'' 
Tak butuh waktu yang terlalu lama, Goku dan Uub telah sampai di istana kami. Ternyata, di istana kami terlihat kosong. Dimana Mr. Popo? Apakah dia sedang sakit perut terus menjadi penghuni toilet? Ataukah dia sedang ketiduran? Dende memang tidak ada, dia 'kan sedang nonton budokai.... 

Kembali ke Tenkaichi Budokai. 
''Aku tak bisa biarkan gelar juaraku diambil. Meskipun dia adalah cucuku! Aku tak peduli!'' tegas Mr. Satan. ''Hahaha... Akan kuceletuk jidatnya. Pasti dia akan jatuh...'' 

Lalu, Mr. Satan berlari menuju pinggir arena dan menunggu Pan. ''Aku berhasil, kakek!'' kata Pan, ceria. Mr. Satan tak tersenyum dia hanya menatap mata cucunya itu. Pan sudah ada di depan Mr. Satan dan kembali menginjakkan kaki di arena budokai. 

''Inilah kesempatanku!'' 

tuuukkk.... Mr. Satan mendorong Pan ke luar dengan tangannya...... 

Pan terjatuh! Segera, Mr. Satan melakukan aktingnya dengan berpura-pura tidak sengaja... 

''Peserta Pan diskualifikasi! Mr. Satan menjadi juara !!'' seru Komen. 
Penonton langsung meneriaki Satan berkat keberhasilannya menjadi juara budokai lagi. 
Tapi Mr. Satan langsung berpura-pura tidak sengaja atas kejadian tadi. Memang sih, tangan Mr. Satan tidak terlihat mendorong. Tapi, para Z fighters tentunya lebih bisa melihat dengan jelas. 

''Ah...papaku..'' ucap Videl. 
''Ahahahaha... Mr. Satan selalu saja begitu'' ucap Kuririn. 
''Hmph... Bodoh!'' sahut Bezita. 
Bulma kaget melihat Bezita ada di sebelah pintu, ''ah, Bezita, ternyata kau sejak tadi di situ...'' 
''Jangan manjakan Trunks lagi! Aku muak melihatnya!'' 

Tak disangka, datanglah Trunks yang babak belur dengan sempoyongan. 
''Dasar lemah!'' umpat Bezita. 

Di istana kami. 
''Oy... Mr. Popo...'' panggil Goku. ''Mr. Popo! Dimana kau?'' 
''Oh...ternyata kau, Goku... Aku ada di sini...'' balas Mr. Popo, turun dari tangga. 
''Wahh.. Indah sekali...'' Uub, takjub. 
''Ya...'' 
''Hei, Popo, aku dan Uub ingin berlatih sekeras-kerasnya... Tapi dimana, ya?'' tanya Goku. 


======================================



Chapter 8 Lihatlah...! Ruang Jiwa dan Waktu yang Baru... 

''Hei, Popo, aku dan Uub ingin berlatih sekeras-kerasnya... Tapi dimana, ya?'' tanya Goku. 
''Oh kebetulan sekali.. Berhubung aku dan Dende telah memperbaiki ruang jiwa dan waktu, maka kalian bisa berlatih di tempat itu hingga puas. Kau bisa masuk ke ruang jiwa dan waktu hingga sebanyak 3 kali. Sementara Uub masih bisa 5 kali...'' jelas Mr. Popo. 
''Apa?'' Goku terkejut. 
''Ya... Kami membuat ulang..'' 
''Waduuh... Itu sangat bagus'' 
''Apa itu ruang jiwa dan waktu ?'' sela Uub. 
''Ruang jiwa dan waktu adalah tempat di mana setahun di sana sama dengan sehari di bumi'' 
Uub hampir pingsan mendengarnya. 

Lagi-lagi, Mr. Satan dengan aktingnya berulah. Mr. Satan mengumumkan bahwa ia akan menjadi nomor dua dengan sukarela. ''Bhahaha... Dengan cara seperti ini, pamorku akan semakin baik'' batin Mr. Satan. 

''Ternyata sang juara dunia, Mr. Satan begitu baik hatinya. Ia sangat menghargai jerih payah Pan, cucunya sendiri. Dengan begitu, Pan berhak mendapatkan medali juara 1!'' ucap Komen yang disertai riuh penonton. 

''Mr. Satan sangat hebat, dia juga mulia hatinya...'' 
''Ya... Mr. Satan membuatku mengidolakannya'' 
''Tapi tetap saja, Mr. Satan adalah juara budokai kali ini!'' 

Tepuk tangan yang riuh serta suara rakyat yang meneriaki Mr. Satan, ''Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan... Satan...'' 

''Hmph... Bulma, ayo kita pulang!'' ajak Bezita, yang kemudian ke luar. 
''Dasar si Bezita.... selalu seenaknya saja!'' gumam Bulma. ''Bulla, Trunks, ayo kita pulang'' 
Bulma, Trunks, Bulla dan Bezita pulang menggunakan pesawat kapsulnya. Bezita masih sangat kesal terhadap Trunks yang sudah sangat lemah.... ''Oy, Trunks! Kau takkan kuberi uang jajan selama kau masih lemah begitu!'' ancam Bezita. 
Trunks hanya melongo kaya kuda nil, ingusnya juga meler.... 

''Ayo kita ke ruang jiwa dan waktu'' ajak Mr. Popo. 

Beberapa saat kemudian mereka sampai di ruang jiwa dan waktu yang baru. 
''Inilah ruang jiwa dan waktu yang baru... Kau juga bisa mengatur suasana sesukamu. Mungkin hampir mirip dengan sihirnya babidi, tapi di sini kau hanya perlu memencet tombol di dekat pintu keluar'' jelas Mr. Popo. 
''Yosshh... Itu sangat hebat Mr. Popo!'' 
''Masih ada lagi, Goku!'' 
''Ah? Apalagi itu?'' tanya Goku. 
''Kau pun bisa menghadapi musuh-musuh lamamu dengan memencet tombol di komputer yang ada. Kau bisa pilih sesukamu. Tapi mereka hanyalah sosok yang terbentuk menyerupai musuhmu.... Tapi mereka juga bisa melukai dan membunuhmu'' terang Mr. Popo. 
''Yosh.. Ayo kita masuk, Uub!'' 
''Baik'' 

Tapi tiba-tiba perut Goku berbunyi, brtrtrt... ''Uhm....aku lapar..'' kata Goku. ''Walaupun di sana ada banyak makanan, tapi aku ingin kau yang memasaknya Mr. Popo. Aku rindu makananmu'' 
''Baiklah... Aku akan memasak untukmu'' 

Z fighters pun pulang. Mereka tak ingin melihat perayaan konyol Mr. Satan. Videl dan Gohan pun langsung membawa Pan pergi setelah ia mendapatkan pialanya.... 

Mr. Satan seperti biasa, ya kalian tau sendiri kan...? Ya seperti yang kalian bayangkan itu.... 



===================================================



Chapter 9 Goku dan Uub Masuk Ruang Jiwa dan Waktu 


''Yohooo..... Kenyangnya..'' kata Goku. 
Uub hanya terperanga melihat kerakusan Goku. Bahkan Uub sempat melihat ke lantai apakah ada makanan yang terjatuh. 
''Jika kau ingin cepat besar, kau harus makan yang banyak'' ucap Goku kepada Uub. 
''Baik!'' 
''Makanlah sepuasnya, Mr. Popo akan memasak lagi, kok'' sahut Mr. Popo. 
''Baik'' 

Setelah selesai makan, Goku ingin beristirahat sejenak dengan meluruskan punggungnya dulu... ''Ah, aku mau tidur dulu...'' 
Sementara Goku tidur, Uub ingin jalan-jalan melihat isi istana kami. Setelah Uub selesai mengelilingi istana kami yang luas dan juga telah melihat dragon ball, kemudian Uub duduk di sebelah Mr. Popo dan mereka saling berbincang. Tak lama kemudian datanglah Piccolo dan Dende. 

''Ah... Piccolo.. Dende.. Kalian pulang juga'' ucap Mr. Popo. 
''Hah... Uub di sini'' batin Piccolo. ''Dimana Goku?'' 
''Dia sedang tidur....'' 
''Pasti Goku dan Uub akan masuk ke ruang jiwa dan waktu, ya?'' tanya Dende. 
Uub hanya menangguk..pertanda 'ya'. 

Di Capsule Corp. 
''Bezita, katanya kau mau mengajakku jalan-jalan, kan?'' tanya Bulma, meski baru saja pulang. 
''Hmph... Baiklah. Aku mandi dulu'' 
''Asik... Papa mau'' sahut Bulla. 

***** 

Setelah lama banget nunggu, Bezita keluar dengan gagahnya. 
''Asik.. Papa udah siap...'' kata Bulla. 
Bezita kali ini mengenakan pakaian yang biasa-biasa saja... Dia hanya mengenakan kemeja biru lengan pendek dan celana panjang hitam. ''Hmph... Ayo kita berangkat'' 
''Ah...tak biasanya Bezita mau pergi. Ini seperti kencan pertama'' batin Bulma. 

Mereka bertiga pergi dengan pesawat. Sementara Trunks sedang diobati oleh Ny. Briefs. 

''Hoaammss...'' 
Goku terbangun setelah tidur lebih dari 1 jam. 
''Ah.. Goku! Akhirnya kau bangun juga'' ucap Dende. 
''Oy, Goku!'' panggil Uub. 
''Ehem... Ayo kita masuk ke ruang jiwa dan watku'' kata Goku sembari menuju ruang jiwa dan waktu. 
Piccolo seperti ingin menyampaikan sesuatu....... ''Oy, Goku! Tunggu sebentar!'' 
''Ada apa, Piccolo?'' 
''Kau harus tahu bahwa jika kau mengaktifkan musuh-musuh lamamu, kau harus bisa mengalahkan mereka hingga tuntas atau kembali menonaktifkannya'' 
''Oh begitu... Kalau tidak kenapa?'' 
''Mereka tidak akan diam saja... Kupikir kau tak perlu mengaktifkan Buu'' 
''Ah, tak usah khawatir, aku pun sudah senang dengan Uub...'' 
''Ya! Hati-hati, Goku'' 
''Berjuanglah, Uub!'' 

Goku dan Uub masuk ke ruang jiwa dan waktu....


===========================================================
Chapter 10 Ini Seperti Kencan Pertama 

''Sebenarnya kita ini mau kemana?'' tanya Bezita kepada Bulma yang sedang menyetir pesawat. 
''Sudahlah... Aku ingin Bulla senang, kau pasti ingin begitu juga, kan?'' Bulma berbalik tanya. 
''Hmph, terserah kau saja.....'' 

wuuusshhh.... 

Di gunung Paozu, rumah Goten. 
Chi-chi teramat kesal dengan Goten yang baru saja dikalahkan Pan. 
''Apa-apaan kau, Goten!? Itu sangat memalukan tau!'' 
''Maafkan aku, ibu...'' 
''Hhhh... Kau tidak pernah belajar! Kau tidak pernah berlatih! Kau juga....'' 
''Maafkan aku, bu'' pinta Goten dengan sangat. 
''Hmph... Lihatlah kakakmu, dia telah jadi sarjana! Dia juga penurut, tidak banyak tingkah...'' 
''Iya, bu. Aku akan coba'' 
''Kau menjadi super saiya saat usia 7. Tapi kekuatanmu sekarang tidak ada apa-apanya ketimbang Pan....'' 
''Trunks juga begitu, bu'' 
''Aah kau ini selalu saja begitu! Nanti malam kau harus belajar! Setiap malam juga!'' bentak Chi-chi, begitu marah. 
''Aduuh... Padahal aku ada kencan...'' 

Beralih ke ruang dan waktu. Saat itu, Goku dan Uub baru saja selesai berlatih. Mungkin lebih tepatnya pemanasan. 
''Sudah seminggu kita di sini... Tapi kita belum latihan secara serius, ya? 
''Iya, Goku'' 
''Kau 'kan sudah bisa menggunakan ki-mu dengan baik, apa kau mau bertarung serius denganku, sekarang?'' 
''Baik, Goku! Aku siap melawanmu...'' 
''Yosh... Ayo kita mulai!'' 

Goku langsung terbang menuju tengah-tengah bukit(sebelumnya Goku telah menyetel suasana pegunungan). Setelah itu, Goku membuat kamehameha yang sangat besar hingga membuat bukit-bukit lain hancur berantakan. 
Uub pun hanya tercengang melihat kamehame sebesar itu. 
''Aku juga akan melakukannya'' kata Uub. ''Ka-me-ha-me.....haa'' teriaknya sembari melepaskan kamehame yang tak kalah besar. 

''Goku!'' ucap Piccolo yang merasakan energi besar Goku dan Uub. 
''Ada apa, Piccolo?'' tanya Mr. Popo. 

Ternyata Bulma menuju ke tempat hiburan yang menyenangkan di kota Papertown. Sekitar 3 kilometer lagi mereka sampai di Papertown. 
''Bulla, kau pasti akan suka tempat itu....'' ujar Bulma. 

Tak lama kemudian, mereka telah sampai di pusat kota Papertown. Bhheessss... Pesawat diubah ke bentuk kapsul. ''Ini rumahmu'' kata Bulma seraya memasukkan kapsul ke sakunya. ''Ayo kita masuk, Bulla....'' pinta Bulma, memegang tangan Bulla. 

Tapi, Bezita sama sekali tidak bergerak alias diam di tempat. ''Hei, Bezita! Kenapa kau hanya diam saja di situ?'' 
''Kau tak menyuruhku....'' balas Bezita. 
''Aahh... Ayolah...'' pinta Bulma. 

Mereka berjalan-jalan menikmati suasana taman hiburan ini. Tapi tiba-tiba mereka bertemu gerombolan cewe-cewe cakep yang jomblo... ''Hei ganteng...'' rayu salah satu dari mereka. Kemudian mereka merayu Bezita secara bergantian.... 
''Eh.. Ko kamu mau kencan dengan tante-tante itu?'' 
Mendengar kata 'tante-tante' Bulma naik darah lagi. ''Aarrgghhh! Aku bukan tante-tante tau!'' teriaknya keras-keras. ''Dia ini suamiku!'' 
Gerombolan jomblo tersebut jadi ketakutan dan membubarkan diri.... 
''Sudahlah Bulma, biarkan saja mereka'' kata Bezita. 
''Bezita....'' 
''Papa'' 
''Kita ke sini 'kan untuk bersenang-senang. Ayo kita buat Bulla senang'' ajak Bezita. 
''Baik'' 
''Coba tanyakan, apa anak kita lapar atau tidak... Dia terlihat lemas'' ujar Bezita, lagi. 
''Apa kau lapar, Bulla?'' 
''Iya, mama... Aku lapar'' 

Mereka memutuskan untuk mencari tempat makan yang terbaik. Karena tadi di rumah Bezita sudah makan kenyang dia hanya memesan jus jeruk saja. 
''Aah...indahnya. Ternyata Bezita lembut juga'' batin Bulma. 
''Papa... Apa kau mau juga?'' tanya Bulla seraya memberi sosis pada papanya. 
Bezita pun memakan sosis pemberian Bulla. 

Mereka memang datang pada sore hari. Tapi kebersamaan mereka terjaga hingga hampir tengah malam. Itupun karena Bulla telah mengantuk.... Pangeran Saiya yang angkuh telah berubah, selamat Bulma ! 




0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012-2013 Dragon Ball Indonesia